Rabu, 20 Maret 2019

TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES

TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES
TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES
Indobet7, Cerita Dewasa - Perkenalkan nama saya Aldo, disini saya akan menceritakan cerita sex pribadiku dengan istri pamanku. Ketika itu aku sedang liburan di kota yang dikenal sebagai kota kembang (Bandung). Saat itu disana aku bermalam dirumah Paman saya atau tepatnya adik dari Ibuku yang paling terakhir. Ibuku 6 bersaudara dan Ibuku adalah anak yang paling pertama. Ketika itu aku masih berusia 21 tahun dan pamanku berumur 33 tahun.

TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES

Pamanku ini sudah berumah tangga, nama istrinya adalah Teteh Dewi yang berumur 28 tahun. Bila dilihat dari usia mereka berdua memang agak terlalu jauh selisih usianya. Teteh Dewi ini bisa dibilang seorang istri yang cantik dan mempunyai bentuk body yang kecil tetapi bohay. Asal pembaca tahu saja, pantat Teteh Aldo ini bebar-benar kencang dan semok, pokoknya mantep deh.

Ditambah lagi Teteh Aldo ini mempunyai pinggang yang singset atau sexy. Walaupun Teteh Aldo sudah menikah kurang lebih 2 tahun dengan pamanku, perutnya masih singset sekali para pembaca. Tapi maklum sih, karena sampai sekrang mereka belum dikaruniai seorang momongan. Oh iya, Teteh Aldo ini ada minusnya sih para pembaca, dia cantik namun judes sekali orangnya.

Teteh Dewi ini berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, dia hanya 2 bersaudara. Teteh Dewi ini mempunyai adik perempuan yang bernama Nita, usia mita kira-kira 22 tahun, dan dia kuliah di salah satu universitas negri di bandung. Nita ini juga tiggal diruah Teteh Shinta. Selama aku berada dirumah Paman, hampir setiap hari Teteh Dewi mengomel padaku, tapi saya cuek aja.haha.

Sebenarya Teteh Dewi ini memang sangat tidak suka apabila aku menginap dirumahnya. Hal itu wajar aja sih, karena aku memang termasuk anak yang nakal dan bandel, hehe.

Dalam usiaku yang masih 21 tahun, jika dilihat dari postur tubuh, aku memang terlihat dewasa, karena aku mempunyai tinggi badan 176cm, berat badan 70 kg dan tubuhku juga proposional. Oh iya para pembaca, aku ini dari keluarga yang bisa dikatakan keluarga tidak mampu, maka dari itu Teteh Dewi selalu saja mencurigai aku, jika aku sering menerima uang dari pamanku. Pada kenyataanya pamanku sangat jarang memberi aku uang, mungkin saja dia takut dengan istrinya yang judes itu.
Saat ini aku menginap di rumah mereka, sebenarnya karena terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di Bandung dan Ibu saya memberitahukan kepada Paman saya yang memaksa aku tinggal dirumah mereka. Singakt cerita, Hari ini entah mengapa aku merasa bosan sekali. Mungkin saja kebosananku ini berasal dari Teteh Dewi yang selalu menunjukan muka cemberut terhadap saya.

Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, paman sudah pergi kekantor, Nita adik Teteh Dewi sedang pergi kuliah, Bik Saroh sedang pergi ke pasar, dan Teteh Dewi katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi, dengan nada yang setengah membentak, Teteh Dewi menyuruh aku menjaga rumah. Dalam fikiranku saat itu dari pada boring, mendingan aku nonton BF aja di kamar.

Mulailah TV kunyalakan, kuambil kaset porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta celana dalam-ku sendiri. Kejantanan saya yang sedari tadi sudah tegak, lalu kukocok perlahan.
Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam kejantananku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau Klimaks, tiba-tiba?

? Aldo? apa yang kamu lakukan!!?, ucap seseorang.

Setelah aku terdiam sejenak, ternyata suara itu adalah suara seseorang seperti yang aku kenal yaitu teteh Dewi. Lalu,

? E? eee? nggak lagi ngapa-ngapain Teh? ?, jawabku terbata-bata.

Sungguh saat itu aku kaget dan sangat bingung harus berbuat apa. Aku tidak mengira kalau Teteh Dewi yang tadi katanya pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati Teteh Dewi yang cantik tapi judes itu. Saat itu Teteh Dewi yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata yang melihat keadaanku yang telanjang bulat.

Ditambah lagi kejantananku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh Teteh Dewi yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas.

Sehingga saat itu Teteh Dewi hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak mendongak keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi. Seketika saat itu badan Teteh Dewi mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aku lakukan itu.

Sesaat kemudian dia mulai memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas, lalu teteh Dewi berkata,

Aldo? jangan kurang ajar ya? berani benar kau ini? ingat, Do? Aku ini istri Paman kamu? !!! Cepat lepas? nanti kulaporkan kau ke Paman kamu? ?, teriak Teteh Dewi dengan suara garang mencoba mengancamku.

Aku tak lagi peduli, salah Teteh Dewi sendiri sih, orang mau Klimaks kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua buah dada-nya walaupun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai Teteh Dewi menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu.

Saat itu ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajarkan sopan santun padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku. Saat itu Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara Teteh Dewi terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki.

Saat itu entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meremas-remas seluruh tubuhnya sambil terus mencium bibirnya dengan liarnya. Saat itu dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi, dengan badan yang atletis dan berotot.

Hal ini membuat teteh Dewi tidak berdaya, karena postur tubuh teteh Dewi yang mungil. Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari Teteh Dewi, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Karena saat itu aku merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari Teteh Dewi, aku mulai mengosok-gosokan kejantananku pada perutnya.

Setelah itu aku meraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke kejantananku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok kejantananku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya. Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju Teteh Dewi, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku.

Namun semua itu percuma saja, tangan kanan mengunci kedua tangannya dan tanganku yang kiri membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya. Hal itu secara tidak langsung mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan Bra-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke buah dada Teteh Dewi yang padat berisi?

Aldooooo? aaammmpuun? Dooooo? iiingaaattttt? Aldoooo? !!!?, ucapnya.

Belum selesai dia berbicara, aku-pun mencium dan melumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kewanitaan-nya yang masih tertutup celana dalam mungilnya itu.

? Doooooooo? Oughhhh? Aghhhhh? Ssssss? Aghhhhh? Aldooooo? ?, desah Teteh Dewi.

Akibat perlakuanku itu, kayaknya Teteh Dewi mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh Teteh Dewi bergetar dengan kuat dan?
Aghhhhh? Aldooooo? ja? jangaaannn? Aldoooo? ? iiii? ngaaaatttt? Oughhhh? aghhhhh? aghhhhh??, desahnya meronta.

Pada akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat, serta kedua tangannya mendekap tubuhku dan,
? Syurrrrrr? Syurrrrrr? Syurrrrrr? Syurrrrrr??, akhirnya cairan kewanitaan Teteh Dewi membasahi celana dan jemariku.

Setelah masa Klimaksnya berlalu, terasa badan Teteh Dewi melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai Klimaks itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah.

Kami terdiam sejenak, sementara tubuh Teteh Dewi bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik Teteh Dewi masih menggenggam kejantananku yang masih tegak mengacung. Akhirnya secara perlahan-lahan kepala Teteh Dewi menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku.

Sehingga saat itu menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya?

Oughhhhh? Aldooo, apa yang kau perbuat pada Tetehmu ini? ? ??????,

Maafkan Aldo Teteh? Aldo lupa diri? abis Teteh tadi masuk tiba-tiba selagi Aldo akan mencapai klimaks? salah Teteh sendiri sihhh? ? lagi pula? Teteh amat cantik sihhh? !!!!!!?, ucapku mencari-cari alasan sekenanya.

Sekarang kayaknya Teteh Dewi sudah pasrah dan sambil tanganya masih menggenggam kejantananku katanya lagi?

Aldoooo? punya kamu gede amat yaaaa? ????. Punya Paman kamu nggak sampai segede ini? !!?, ucap teteh mulai menggoda.

Teteh bisa aja deh? memangnya benar ya Teh ? ?, jawabku.

Memang sih, kejantanan-ku panjangnya 17cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini. Jemari lentik Teteh Dewi yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan kejantananku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan Teteh Dewi tak mau lepas dari situ.

Teh? kok diiiii? dii? diemin aja, dikocok dong, Teh? biar
enaaakkk? !!!! ?, ucapku.

Dasar kamu Do, bawaanya keburu nafsu aja? Aghhhh? ?, ucap Teteh.

Lalu dengan perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu Teteh Dewi, sehingga tubuh Teteh Dewi berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua tangannya segera menggenggam kejantananku dan kemudian Teteh Dewi mulai menjilati kepala kejantananku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut Teteh Dewi.

Dijilatnya seluruh batang kejantananku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidahnya. Dikocoknya kejantananku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya setengahnya saja yang dapat masuk ke mulut Teteh Dewi. Kurasakan dinding tenggorokan Teteh Dewi menyentuh kepala kejantananku.

Sungguh sensasi sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga Teteh Dewi mengulum kejantananku. Kurasakan batang kejantananku mulai membesar dan makin mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. Merasa aku akan keluar, Teteh Dewi semakin cepat mengocok batang kejantananku.

? Tehhhh? Aghhhh? Oughhh? Aldo mau keluar nih? ? Aghhhh? ?, ucapku.

Tidak lama setelah berkata seperti itu pada akhirnya

? Crotttt? Crotttt? Crotttt? ?

Tersemburlah cairan itu dalam ejantananku, saat itu spermaku diminum, dan dijilati semua sisa-sisa spermaku, sampi-sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi kejantananku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi Melihat itu, Teteh Dewi mencium-cium kepala kejantananku dan menjilat-jilatnya hingga bersih.

Kemudian kutarik berdiri tubuh Teteh Dewi dan kudorong ke tempat tidur, sehingga Teteh Dewi terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, sehingga sekarang Teteh Dewi terlentang diatas tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam keadaan telanjang bulat. Teteh Dewi hanya menatap aku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah.

Lalu aku naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan aku berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos. Kupegang batang kejantananku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kewanitaan-nya, sambil kutekan-tekan pelahan.

Karena merasakan gesekan-gesekan lembut kewanitaan Teteh Dewi, kejantananku mulai mengeras kembali. Lalu aku mulai meraih tangan Teteh Dewi dan ku tempatkan pada batang kejantananku. Dengan segera digengamnya kejantananku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala kejantananku perlahan-lahan mulai masuk.

Sedikit demi sedikit kejantananku mulai masuk ke liang kewanitaan-nya Teteh Dewi. Terasa liang kewanitaan Teteh Dewi sangat sempit mencengkeram batang kejantananku. Dinding kewanitaan Teteh membungkus rapat batang kejantananku, kutekan lagi dan tubuh Teteh Dewi menggeliat?

Oughhhhhh? Aldooo? bee? besar sekali kontol kamu? pe? pelan-pelan? Aldooo? Oughhh??, ucapnya.

Teteh Dewi merintih perlahan. Secara pelan dan hati-hati aku menekan batang kejantananku makin dalam, terasa jepitan kuat dinding kemaluan Teteh Dewi yang menjepit rapat batang kejantananku. Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini,

Tehhhhh? ? Oughhh? enak Teh? Ssss? Aghhhhh??, desahku.

Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, Teteh Dewi memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini terlentang pasrah dibawahku.

Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga kejantananku terbenam makin dalam keliang kewanitaannya, dalam-dalam, lalu ujung kepala kejantananku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh Teteh Dewi mengejang ketika aku mencoba menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya memompa keluar masuk. dan ku tempatkan pada batang kejantananku. Dengan segera digengamnya kejantananku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala kejantananku perlahan-lahan mulai masuk.

Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha Teteh Dewi terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam dasar liang kewanitaannya. Aku dapat melihat buah dada Teteh Dewi bergerak-gerak.
Payudara teteh saat itu bergerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk kejantananku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat. Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan Teteh Dewi dengan kuat menyedot kejantananku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kewanitaan Teteh Dewi menjepit kejantananku.

Kulihat wajah Teteh Dewi nampak makin memerah menahan Klimaks keduanya yang akan melandanya sebentar lagi,

Aaaaaaddduuuuuhhhhh? Aldoooo? Aaaagggghhhhhh? Oouggg? hhaa? hhaa? Aldoo ? Teteh Mau
keluar lagi ni Aldooo? Aghhhh? ?, desahnya menuju klimaks.

Dan tidak lama setelah itu,

? Syurrr? Syurrr? Syurrr? Syurrr? ?,

Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi kejantananku. Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu Teteh Dewi menjerit-jerit kesakitan.

Meskipun liang kewanitaan Teteh Dewi telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran kejantananku yang besar. Tak kuhiraukan lagi suara Teteh Dewi yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku.

Kurasakan otot-otot kejantananku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang kejantananku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan Teteh Dewi akhirnya meruntuhkan pertahananku.
Sssss? Tehhhh? Oughhh? ?, desahku.

Keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan,

Crotttt? Crotttt? Crotttt? ?,

Terseemburlah spermaku menyemprot dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam liang kewanitaan Teteh Dewi, kemudian badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi Teteh Dewi. Sementara kuubiarkan kejantananku tetap didalam kemaluan Teteh Dewi untuk merasakan sisa-sisa Klimaksku. Kurasakan kemaluan Teteh Dewi tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi.
Teh, terima kasih ya udah mau puasin Aldo ?, ucapku dengan manja.

Dasar kamu Do, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak Teteh kamu sendiri kamu perkosa juga? !!!!?, ucapnya manja.

Iiihhhhh? Teteh? tapi Teteh senang juga? kaannnn ? ?????

Iya? siiihhh? !!!!!?, kata Teteh Dewi malu-malu.

Singkat cerita semenjak kejadian skandal itu, sikap Teteh Dewi terhadapku berubah 360 derajat, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan Paman dan adik Teteh Dewi. Aku dan Teteh Shinta sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap Teteh Dewi, apalagi Teteh Dewi melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati. Selesai.
Share:

Seks Dengan Adik Sahabatku

Seks Dengan Adik Sahabatku
Seks Dengan Adik Sahabatku
Indobet7, Cerita Dewasa - Sebut saja namaku Jack. Disekolah si aku tergolong cowok yang ganteng dan digemari para cewek. Mengapa tidak, aku yang tingginya 175cm, hidung mancung, kulit putih,trus pandai bermain Basket. Pada waktu itu aku sangat dekat dengan teman aku sebut saja namanya Vincent. Kami berteman sangat dekat sekali.

Karena kami berteman dari kami masih SMP sampai SMA pun kami bersamasama. Suatu hari aku bermain kerumahnya Vicent. Sesampai di rumah Vicent aku di kejutkan oleh sesosok cewek cantik yang tidak lain adalah adik temanku Vicent. Sebut saja namanya Putri. pada saat itu Putri terlihat sangat manis sekali. karena pakaian yang di kenakannya terlalu minim,dan kebetulan sekali Putri pada saat itu Indah sedang membersihkan halaman rumah. Kuperhatikan mukanya yang manis,putih, tinggi mungkin 160cm. bisa di katakan Putri adalah cewek tercantik di sekolahnya. Sejenak kuperhatikan buah dadanya yang montok dan bodynya yang aduhai montok itu yang membuat nafasku tak beraturan.

Pada saat itu aku sangat kaget saat melihat Putri. karena setiap kali aku bermain ke rumahnya Vincent jarang sekali aku melihat Putri. pada saat itu Putri berumur 14 tahun. pada saat aku masuk rumah Vincent, Putri menegurku.
eh kakak Jack sejenak aku terdiam, dan berfikir dalam hati
tumben tumbennya Putri menegurku aku pun membalasnya
eh Putri, Vincentnya ada nga?
oh kakak, ada tuh di dalam sedang mandi mungkin. bentar ya Putri panggilin. Kakak Jack duduk aja dulu di teras. aku pun langsung duduk diteras. Tibatiba Putri keluar
Kakak Jack bentar ya,kakakku lagi mandi tuh. Katanya aku temenin kakak Jack dulu.

Akupun sangat senang, mengapa tidak, aku bisa mengobrol dengan adik teman aku yang cantik. aku pun mulai memperhatikan Putri dari ujung kakinya sampai kepalanya. Memang cantik benar adik temanku ini gumamku. kulitnya yang mulus dan putih, terus aku pun melihat pahanya yang putih semakin membuat nafasku tak beraturan. Tiba-tiba Putri tersenyum dan menegurku.

Kakak Jack kenapa? kok lihatin Putri trus..? aku pun kaget lalu kujawab saja dengan nada yang kecil
oh itu soalnya Putri cantik sih. trus Putri sekarang udah kelas berapa? Putri pun menjawabnya kelas 3 SMP ka.
oh kelas 3 SMP ya.! kami berdua pun mengobrol sampai akhirnya Vincent pun keluar.
Oi Jack maap yah lama soalnya air kerannya macet jadi harus ngambil air di tetangga ni. dengan sedikit kesal sih,aku pun menjawab
nga apaapa soalnya kan ada adik kamu tuh yang temanin aku ngobrol.
Kami berdua pun berangkat karena kami harus menghadiri acara ulang tahunnya temen sekelas kami. Tapi aku sangat sedikit menyesal. Karena kapan lagi aku bisa mengobrol sama adik temanku ini. Pada suatu hari akhirnya aku bisa mengobrol sama adik temanku dan dimulai dari situlah kejadiannya..

Pada saat itu aku berencana pergi ke rumah Vincent mau bikin tugas,karena sudah kelas 3 jadi tugas yang diberikan sangatlah banyak. Jadi aku berencana untuk membuat tugas dirumahnya Vincent. Sesampainya di rumah Vincent, akupun mengetuk pintu rumahnya. Yang keluar ternyata adiknya Vincent yaitu Putri. Kulihat Putri yang sedang memakai celana pendek dan baju yang hanya se utas tali. ketika kutanya tentang Vincent dan tujuanku kerumahnya. Vincentnya nga ada, kebetulan sekali,pada saat itu orang tua Vincent sedang keluar kota untuk urusan bisnis,sedangkan Vincent sedang keluar sama pacarnya.

Akupun langsung menghubungi Vincent. Dan ternyata Vincent pulangnya sedikit kemalaman. sedangkan pada waktu itu jam masih menunjukkan pukul 15:30. Vincent menyuruh adiknya untuk menemani aku sampai Vincent pulang dari kencannya. Adiknya hanya setuju-setuju saja.
Akupun disuruh masuk sama Putri,karena berhubung Putri lagi sedang menonton Film Korea. Akupun menemani Putri menonton Film Korea. Tiba-tiba dalam film tersebut ada adegan saling berciuman. Serentak Putri pun malu. Trus waktu aku melihat mukanya yang merah, aku pun langsung mengajak ngobrol.

Putri pernah ciuman enggak seperti di film itu.? kulihat wajahnya tambah merah, bisa dikatakan seperti kepiting rebus. Putri pun hanya menggelengkan kepala. Akupun senang mengetahuinya. Kulihat bibirnya yang berwarna merah muda, yang keliatan sekali masih belum di sentuh oleh laki-laki lain. akupun coba memancing untuk mengetahui apakah Putri mau ciuman denganku atau tidak, jika tidak aku akan pasrah dengan keaadan ini.

Putri mau ga coba ciuman kek di film? Wajah Indah memerah, dan hanya berkata,"Malu kak,soalnya Putri nga pernah Ciuman". Akupun kebingungan, aku pun mencoba mendekati Indah perlahanlahan. Kemudian aku membisikkan ketelinganya, ga usah malu kan cuman kita berdua. kakak kamu kan sedang pergi,sedangkan orang tua kamu sedang keluar kota.

Kemudian kudekapkan bibirku kebibir Putri. kupikir Putri bakalan menjauhin bibirnya, ternyata tidak malahan Putri membalas ciuman saya.tak disangka bibirnya Putri halus trus lembut juga. kami berduapun saling berciuman selama kurang lebih 10 menit. Tiba-tiba nga di sengaja Putri menyentuh anuku yang sedang lagi dalam keadaan tegak lurus ke atas. Sontak Putri kaget karena menyentuh anuku. Gimana anuku ga mau tegap melihat Putri yang begitu seksi dan bibirnya yang lembut.

Maaf kak, Putri nga sengaja beneran kok akupun menjawab dengan nada yang sopan oh nga apa-apa kok Aku pun berpikir bagaimana caranya agar Putri bisa menyentuh lagi dan memainkan anuku ini. Aku pun memberanikan diri, Putri mau coba pegang anuku ga.?

Wah tidak disangka Putri tidak menolaknya aku pun langsung membuka celanaku. kulihat Putri sedikit malu dan kaget dengan menutup setengah wajahnya karena melihat anuku yang berukuran 20Cm dan berdiameter 5cm. Kemudian akupun mengambil tangannya dan menyentuhnya ke anuku. Wah serasa di surga. mengapa Tidak, ternyata bukan cuma bibirnya saja yang lembut dan halus, tapi tangannya juga. kulihat Putri sedikit keasikan memainkan anuku. Kemudian sambil Putri memainkan anuku, aku mencium bibirnya kembali.

Aku pun sedikit-sedikit coba menyentuh dadanya yang menonjol. Kemudian aku pun coba memasukkan tanganku kedalam bajunya dan ternyata Putri tidak memakai Bra. Waktu kuremas buah dadanya udah mengeras yang tandanya Putri pun menikmatinya. Tak dihitung lagi aku langsung memainkan buah dadanya yg berukuran sekitar 34 A. Dan juga tak Lupa aku memainkan putingnya yang masih mekar itu.
Ah Ah Ah.. Ah. enak ka Ah Ah Kulihat Putri semakin keenakan.. akupun langsung membuka bajunya. kali ini aku melihat sesuatu yang sangat di luar pikiran saya. yaitu putingnya yang masih berwarna merah muda yang pengen sekali aku melumatnya. Akupun tak menyianyiakan kesempatan yang begitu beruntung ini.

Putri coba donk, masukkan ke mulut
takut kak, takut kenapa..?..
Nga apaapa, dah to dicoba dulu pintaku
Rasanya gimana kak ? tanyanya
Dah to di coba nanti kan tahu rasanya ..

Lalu dengan sedikit ragu dia mengarahkan ujung anuku ke mulutnya, mula-mula bibirnya yang lembut itu menempel di ujung anuku, kemudian dia membuka sedikit bibirnya lalu kepala anuku sudah masuk ke mulutnya, lalu dilepas lagi dan Putri pun berkata."kok asin ya rasa kak tanyanya", Iya nga apa-apa memang rasanya begitu. Selanjutnya dimasukkannya lagi penisku ke mulutnya sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan aku membantu mendorong agar anuku bisa masuk semua di mulutnya. Lalu ku gerak-gerakkan sehingga anuku maju mundur di mulutnya, dan dia juga mulai mengimbangi dengan memaju mundurkan mulutnya.

Putri enak sekali, indah aku merasa keenakan anuku di emut Putri ketika ujung anuku berada di bibirnya, Putri disedot dong anunya. aku meminta dia untuk menyedot dan ternyata walaupun belum pengalaman sedotannya enak sekali

Pada saat itu akupun pengen ngerasain vaginanya..karena aku belum pernah melihat yang real.. biasanya aku melihat yang begituan lewat internet atau nga lewat DVD or Hp teman. akupun coba memasukkan tanganku ke celana mininya. dan tak disangka ternyata waktu aku menyentuh Vaginanya sudah basah. Itu pertanda Putri menikmati nya selama ini.. Akupun langsung membuka Celananya..setelah aku membuka celananya, terlihat jelas Cd nya yg sudah basah. Tak kusiasiakan kesempatan ini.. aku langsung membuka Cdnya.

Yang tampak disana adalah vagina yang halus dan basah. akupun coba memasukkan jari telunjukku ke vaginanya. tak disangka,ternyata Putri masih perawan tulen, takkan kubiarkan keperawanannya di ambil orang lain. kemudian aku coba memainkan jari telunjukku ke lobang vaginanya.

Ah. sakit ka.. ah.. ah sakit.. ka..

Akupun makin bersemangat memainkan jari telunjukku. Aku hanya diam sambil mempercepat sedotan mulut dan gesekkan jari tanganku di kedua daerah sensitifnya, lalu. Ahhh. ahhh. mmmmmhgh. secara tiba-tiba Indah mengejang sambil tubuhnya terangkat tinggi keatas,yang tandanya Putri mau Orgasme. Akupun dengan cepatnya menggoyangkan tanganku.

Tiba-tiba Putri Orgasme. Itu kurasakan karena ada sesuatu cairan yang panas. Putri kamu orgasme ya? Putri pun menjawab dengan wajah yang malu, ia kak aku orgasme, makasih ya ka.!!kulihat Putri mulai lemas. ketika aku melihat Putri orgasme akupun ingin orgasme juga tapi aku ingin merasakan vaginanya.. Putri kamu kan udah orgasme,kak belum ni.

Putri maukan bantu kakak orgasme? ia kak nanti Putri bantu..trus Putri musti ngapain..? mendengar itu akupun gembira nafasku lebih tak beraturan Aku pengen rasain anuku di masukin ke vagina Putri!!! bisa nga? takut sakit kak, tenang aja kakak nanti akan pelan-pelan kok. Akupun langsung menyuruh Putri bergaya Dogystyle. Pelan-pelan kumasukkan.. sedikit sulit untuk memasukkannya,karena Putri masih perawan jadi vaginanya masih tertutup lobang yang kecil..
Tapi karena vaginanya sudah basah, akupun coba-coba memasukkannya dengan perlahanlahan sampai masuk 1/3 anuku. Pada saat anuku masuk sepenuhnya,Kumulai mengenjotenjot vaginanya sampai vaginanya mengeluarkan darah bercampur maninya.

ah.. ah.. ah.. sakit.. ah sakit.. kak.. sakit cuman kata-kata itu yang kudengar keluar dari mulutnya. Mendengar suaranya yang lembut aku lebih cepat mengenjot vaginanya kemudian aku membaringkannya dengan kedua kakinya di dadaku.. akupun mulai mengenjotnya dengan cepat.. Tiba-tiba Putri menyempitkan kakinya yang pertanda Putri mau orgasme untuk yang kedua kali khaa,,, khaa.. Putri mau pipisss, ahh enak kha,,, tapi Putri mau pipis nhi. udah ga tahan kha Mendengar kata itu aku semakin bergairah dan mempercepat enjotan ku.

Sabar Put kita keluarin sama-sama, kha juga udah mau keluar nhi.. sabar yah.. mendengar itu Putri pun berusaha untuk menahan nya Akupun langsung mengenjotnya dengan cepat. Kha udah mau keluar ni.. Putri harus gimana..?
Putri juga udah mau keluar crott crottt crottt crottt kamipun orgasme bersamaan,tapi aku menumpahkannya di atas perut Putri.

Kemudian aku memeluk Putri sambil mencium keningnya.

Putri aku sayang sama kamu. Aku juga sayang sama kakak. sebenarnya aku sudah menyukai kakak waktu Indah kelas 1 SMP.. kami jadian pada saat itu. Setelah itu kami membersihkan diri kami masing-masing.. Tak berapa lama kakaknya Putri datang. Tapi kami berdua hanya diam-diam saja seperti tidak terjadi apapun. Karena berhubung orang tua Vincent nga ada,Vincent meminta aku untuk menemaninya tidur untuk malam ini.

Tanpa banyak basa basi aku langsung menerimanya.. Kulihat wajah Putri juga senang. Pada malam harinya waktu Vincent tidur aku menggunakan kesempatan dalam kesempitan.. Kami berdua pun melakukan kejadian yang serupa waktu sore tadi.
Share:

Bercinta Dengan Baby Sister

Sex Baby Sister Putih Mulus
Sex Baby Sister Putih Mulus

Indobet7, Cerita Dewasa - Aku adalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga yang mampu di mana papaku selalu sibuk dengan urusan kantornya dan mamaku yang sibuk dengan arisan dan belanja-belanjanya. Sementara aku dibesarkan oleh seorang baby sitter yang bernama Yunarni. Aku panggil dengan mbak Narni.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2015 saat aku lulus SMP Swasta di Jakarta Barat. Pada waktu itu aku dan kawan-kawanku main ke rumahku, sementara papa dan mama tidak ada di rumah. Aldo, Bambang, Abel dan Agung main ke rumahku, kami berlima sepakat untuk menonton VCD porno yang dibawa oleh Aldo, yang memang kakak iparnya mempunyai usaha penyewaan VCD di rumahnya. Aldo membawa 4 film porno dan kami serius menontonnya. Tanpa diduga Mbak Narni mengintip kami berlima yang sedang menonton, waktu itu usia Mbak Marni 25 tahun dan belum menikah, karena Mbak Marni sejak berumur 17 tahun telah menjadi baby sisterku.

Tanpa disadari aku ingin sekali melihat dan melakukan hal-hal seperti di dalam VCD porno yang kutonton bersama dengan teman-teman. Mbak Narni mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat dan tidak ketahuan oleh keempat temanku.
“Maaf yah, gue mau ke belakang dulu…”
“Ya… ya.. tapi tolong ditutup pintunya yah”, jawab keempat temanku.
“Ya, nanti kututup rapat”, jawabku.
Aku keluar kamarku dan mendapati Mbak Narni di samping pintuku dengan nafas yang tersengal-sengal.
“Hmm.. hmmm, Mas Ded”, Mbak Narni menegurku seraya membetulkan posisi berdirinya.
“Ada apa Mbak ngintip-ngintip Dedi dan kawan-kawan?” tanyaku keheranan.
Hatiku berbicara bahwa ini kesempatan untuk dapat melakukan segala hal yang tadi kutonton di VCD porno.

Perlahan-lahan kukunci kamarku dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mbak Narni.
“Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala.”
“Hmm.. hmmm, Mbak mau kasih minum untuk teman-teman Mas Dedi”, jawabnya.
“Nanti aku bilangin papa dan mama loh, kalo Mbak Narni ngintipin Dedi”, ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas.
Mbak Narni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah, “Mbak Narni, kamu ngintipin saya dan teman-teman itu maksudnya apa?” tanyaku.
“Mbak, ingin kasih minum teman-teman Mas Dedi.”
“Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas”, tanyaku dan memang Mbak Narni ke atas tanpa membawa minuman.
“Hmmm.. Hmmm..” ucap Mbak Narni mencari alasan yang lain.

Dengan kebingungan Mbak Narni mencari alasan yang lain dan tidak disadari olehnya, aku melihat dan membayangkan bentuk tubuh dan payudara Mbak Narni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.

“Sini Mbak”
“Lebih dekat lagi”
“Lebih dekat lagi dong..”
Mbak Narni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa payudaranya yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja makan sehingga Mbak Narni berada di selangkanganku.

“Mas Dedi mau apa”, tanyanya.
“Mas, mau diapain Mbak”, tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.
“Udah, jangan banyak tanya”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.
“Jangan Mas.. jangan Mas Dedi”, pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju baby sitterku.
“Jangan Mas Ded, jangan.. jangan..” tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.

Sudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak, kupegang payudara Mbak Narni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.

“Jangan.. jangaaan Mas Dedi”
“Akh.. akh… jangaaan, jangan Mas”
“Akh.. akh.. akh”
“Jangan.. Mas Deddd”

Aku mendengar Mbak Narni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukkan seluruh buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku. “Okh.. okh.. Mas.. Mas Ded.. tangan ber..” tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan. “Ohk.. ohk.. ohk..” desahan nafas Mbak Narni seperti lari 12 kilo meter. Kupegang tangan Mbak narni untuk membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mbak Narni memegang kemaluanku dan melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.

“Okh.. okh.. Mbak.. Mbaaak”
“Terusss.. sss.. Mbak”
“Masss.. Masss.. Dediii, saya tidak kuat lagi”
Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mbak Narni tiduran di bawah meja makan. Mbak Narni telentang di lantai dengan payudara yang menantang, tanpa kusia-siakan lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mbak Narni. Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kuraba-raba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai kumasukkan ke dalam CD-nya dan aku merasakan adanya bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang kewanitaannya.

“Mbak, dibuka yah celananya.” Mbak Narni hanya mengangguk dua kali. Sebelum kubuka, aku mencoba memasukkan telunjukku ke dalam liang kewanitaannya. Jari telunjukku telah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil ******ku.

“Shs.. shss.. sh”
“Cepat dibuka”, pinta Mbak Narni.
Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang masih orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film VCD porno yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang kewanitaannya. Perlahan-lahan kumainkan lidahnku di sekitar liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang kewanitaannya. Kutemukan adanya daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

“Masssh.. Masss..”
“Mbak mau kellluaaar…”
Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan “keluar”, tetapi aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang kewanitaannya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang kewanitaan Mbak Narni telah basah dengan campuran air liurku dan cairan liang kewanitaannya. Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang. “Slepp.. slepp” Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.

“Mass.. Masss pellannn donggg..” Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya. “Sleep.. sleep” dan, “Heck.. heck”, suara Mbak Narni tertahan saat kemaluanku masuk seluruhnya ke dalam liang kewanitaannya. “Mass.. Masss.. pelaaan..” Nafsu birahiku telah sampai ke ubun-ubun dan aku tidak mendengar ucapan Mbak Narni. Maka kupercepat gerakanku. “Heck.. heck.. heck.. tolong.. tolllong Mass pelan-pelan” tak lama kemudian, “Mas Dediii, Mbaaak keluaaar laaagi” Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah disemprot oleh cairan kewanitaan Mbak Narni. Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku untuk masuk seluruhnya ke dalam liang kewanitaan Mbak Narni. Kudekap erat tubuh Mbak Narni sehingga agak tersengal-sengal, tak lama kemudian, “Croot.. crooot” spermaku masuk ke dalam liang kewanitaan Mbak Narni.

Setelah Mbak Narni tiga kali keluar dan aku sudah keluar, Mbak Narni lemas di sampingku. Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mbak Narni menuruti permintaanku. Sisa spermaku disedot oleh Mbak Narni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kira-kira selama tiga jam, tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi. “deddiii.. tolong bukain dong, pintunya” Maka cepat-cepat kuminta Mbak Narni menuju ke kamarnya untuk berpura-pura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas mamaku pulang naik taksi. Dan kuminta teman-temanku untuk makan oleh-oleh mamaku lalu kusuruh pulang.
Setelah seluruh temanku pulang dan mamaku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke kamar Mbak Narni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut keperawanannya.

“Mbak, maafin Dedi yah!”
“Nggak apa-apa Mas Dedi, Mbak juga rela kok”
“Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga”, jawab Mbak Narni. Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mbak Narni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mbak Narni bersedia melakukannya.

Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mbak Narni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat waktu itu aku kelas dua SMA. Papa dan mamaku memarahiku, karena hubunganku dengan Mbak Narni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mbak Narni, Mbak Narni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.

Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mbak Narni, karena aku belum mendapatkan wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mbak Narni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabarnya Dedi kecilku.
Share:

Cuci Muka Pakai Air Cucian Beras, Wajah Pria Cimahi Ini Kinclong Dan Manfaat Air Cucian Beras

Eka Supriatna
Eka Supriatna
Indobet7, Inspirasi - Memiliki wajah yang sehat, kinclong, dan bebas dari jerawat merupakan idaman bagi semua orang, baik pria dan wanita.

Cuci Muka Pakai Air Cucian Beras, Wajah Pria Cimahi Ini Kinclong Dan Manfaat Air Cucian Beras

Namun, mendapatkan wajah yang kinclong bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang.
Minyak berlebih, kulit kering, komedo, hingga jerawat meradang merupakan beberapa masalah kulit yang kerap terjadi.

Demi mendapatkan wajah yang kinclong nan glowing, beberapa orang bahkan sampai rela melakukan perawatan di klinik kecantikan yang bisa menguras dompet.

Tapi, ternyata wajah glowing bisa didapat dengan melakukan perawatan rumahan yang alami lo.
Seorang pria asal Cimahi yang bernama Eka Supriatna, membagikan pengalamannya untuk memperbaiki kulit yang kusam dan rusak akibat jerawat.

Lewat postingan di facebooknya pada tanggal 20 September 2018 lalu, Eka menceritakan kisah kelamnya dulu ketika dirinya sering dibully.

Tidak hanya sekedar dibully, Eka juga mengaku semasa masih SMP pernah 'nembak' 4 cewek tetapi semua menolaknya.

Bahkan Eka juga pernah diludahi hingga dibilang gendut dan berkulit hitam.
Eka menganggap orang-orang tega melakukan itu padanya dikarenakan wajahnya yang hitam dan penuh dengan jerawat.

Hingga pada 2013 lalu, Eka mulai melakukan perawatan wajah secara alami.

Ia membutuhkan waktu dua tahun untuk menghilangkan jerawatnya.

Setelah jerawatnya bersih, Eka ingin memiliki kulit putih sehingga rajin mencuci wajah mengenakan air cucian beras.

Perubahan wajah Eka pun ia bagikan melalui beberapa foto.

Dari foto terlihat, Eka memang mengalami perubahan warna kulit yang cukup mencolok.
Ternyata ia memang mempunyai keinginan memiliki wajah mulus seperti orang Korea tanpa operasi plastik.

Di akhir postingannya, Eka juga menuliskan pesan kepada orang-orang untuk membuktikan bahwa kita bisa berubah, ketika kita menerima bully-an.

"Intinya ketika kamu dibully karena fisikmu, buktikan klo kamu bisa merubahnya. Kamu harus bisa tetap SABAR , SABAR dan SABAR. Kesabaran itu mungkin sangat menyakitkan, namun kesabaran akan menjadi kesempurnaan di masa yang akan datang," tulis Eka.

Mungkin kalian merasa penasaran, sebenarnya apa yang dikandung pada air cucian beras sehingga memiliki manfaat yang begitu menakjubkan untuk kulit?

Melansir dari medicalnewstoday, bahwa air beras diduga mengandung banyak vitamin dan mineral yang terkandung dalam beras, seperti asam amino, vitamin B, vitamin E, mineral, dan antioksidan.
Menyamarkan noda di wajah.

Sama halnya dengan rambut, air beras juga bermanfaat untuk kulit

Terutama bagi kalian yang memiliki noda di wajah, seperti flek hitam dan bekas jerawat.
kalian hanya perlu menambahkan sejumput kunyit ke air beras sebelum membilas wajah.
Kemudian, rasakan manfaatnya setelahnya.

Menghilangkan jerawat dan menurunkan produksi jerawat

Jerawat membuat perempuan menjadi tidak percaya diri.

Apalagi jika jerawat muncul di bagian wajah.

Untuk menghilangkannya, gunakan air beras.

Namun jangan menggunakan air beras secara teratur, sebab bisa membuat kulit menjadi kering.

Mengencangkan kulit

Setiap perempuan pasti ingin memiliki kulit yang kencang.

Bahkan sebagian besar diantara kalian, mungkin pernah melakukan perawatan untuk mengencangkan kulit di klinik kecantikan.

Tetapi, membuat kulit yang kendur kembali kencang bisa menggunakan air beras.

Cara ini efektif untuk perempuan yang telah kehilangan berat badan dan ingin mengencangkan 
kulitnya kembali.

Mengurangi keriput

Saat usia tak lagi muda, pastinya akan muncul berbagai permasalahan kulit.

Yang cukup jelas terlihat ialah munculnya keriput yang timbul di sudut mata.

Untuk mengurangi keriput di wajah, Moms bisa menggunakan air yang berasal dari nasi rebus.

Itulah, beberapa manfaat air beras untuk rambut dan kulit. Selamat mencoba!.

Share:

Senin, 18 Maret 2019

Apakah Aku Anak yang Tidak Diharapkan


indobet7, Inspirasi - Namun Satu Surat Untuknya Sanggup Membuatnya Mengerti, kasih dari seorang ibu.


Share:

Kasih ibu sepanjang masa

indobet7, Inspirasi - menceritakan perjuangan seorang ibu, untuk mendidik kita agar untuk menjadi orang tua yang baik


Share:

Rabu, 13 Maret 2019

Dia Sudah Sayang Sama Yang Lain

Indobet7, Humor - Dia Sudah Sayang Sama Yang Lain

https://youtu.be/F4uHEoe02qY

Share:

Featured Post

Pemain Termahal Dalam Sejarah Manchester City

Pemain Termahal Dalam Sejarah Manchester City Indobet7,News - Beberapa daftar pemain termahal dalam sejarah yang pernah d...

Popular Posts

Blog Archive