Tampilkan postingan dengan label cerita dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita dewasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2019

Bercinta Dengan Tetangga Kost Yang Cantik

Bercinta Dengan Tetangga Kost Yang Cantik
Bercinta Dengan Tetangga Kost Yang Cantik
Indobet7, Cerita Dewasa - Perkenalakan namaku Joshua, atau biasa di panggil Jo, saya ingin membagikan pengalamanku bercinta dengan tetangga tempat kostku, kira-kira kejadian ini terjadi sekitar tahun 2012, Rumah kost yang ku tempati sekarang hanya terisi dua kamar, satu untukku dan sebelahnya lagi keluarga Andy yang berasal dari Surabaya. Andy umurnya 2 tahun diatasku jadi waktu itu sekitar 26 tahun. Istrinya bernama Dinda seumuran denganku. Dinda orangnya manis putih tinggi dan selalu bisa membuatku nafsu kepadanya meski dia sudah berkeluarga.

Andy adalah seorang penggangguran. Jadi untuk keperluan rumah tangga Dinda-lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah Supermarket. tentunya keluarga macam ini sering cek-cok. Dinda mengganggap Andy orangnya pemalas bisanya hanya minta duit untuk beli rokok.
Andy pun sering membalas omelan-omelan Dinda dengan tamparan dan tendangan bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu. Suatu saat, Andy dapat pekerjaan sebagai ABK dan tentunya harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang cukup lama. Dinda senangnya bukan main mendengarnya.

Pada malam itu, aku ngobrol dengan Dinda dikamarnya sambil nonton TV. Si Selly (anak ya Andy & Dinda) muter-muter sambil bermain maklum umur segitu masih lucu- cucunya. “Sekarang sepi ya, Din….nggak ada Andy.” kataku “Lebih baik gini, Jo. Enakan kalo Mas Andy nggak ada.” Keluh Dinda kepadaku.
“Emangnya Kenapa?” tannyaku. “Mas Andy tuh kerja nggak kerja tetep nyusahin. wajar kan kalo aku minta duit ke Mas Andy? Aku kan istrinya. Eh, Dianya marah-marah. Besoknya aku diomelin juga ama ibu mertuaku. Katanya aku nggak boleh minta duitnya dulu biar bisa buat nabung. Gombal!!! Aku nggak percaya Mas Andy bisa nabung!!!” Dia jawab dengan marah- marah.
“Sabar ya…” Aku mencoba untuk menenangkannya apalagi Selly dah minta bobo’. “Seandainya Mas Jo yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana begini. Mas Jo dah dapat pekerjaan tetap dan digaji besar sedangkan suamiku, Mas Andy hanya pekerja kasar di kapal itupun baru sebulan sebelumnya penggangguran.” Keluhnya. “Udah…jangan berandai- andai….biarkan hidup mengalir saja.” Jawabku sekenanya.

“Mas, ….. Tiba-tiba Dinda duduk disebelahku mengapit tanganku dan menyandarkan kepalanya. Aku sungguh terkejut. Aku tahu Dinda butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh perhatian. Bukan tendangan dan tamparan. Aku balas dia dengan pelukan di bahunya. Sayang sekali Wanita semanis Dinda disia-siakan oleh laki-laki. Tapi Aku juga laki-laki normal punya nafsu terhadap wanita.
Justru inilah kesempatanku untuk mengerjai Dinda apalagi ibu kostku sedang menjenguk keluarganya di Jakarta selama seminggu dan baru berangkat kemarin malam. Yuhuyyy…akhirnya kesempatan itu tiba!!!

Tanpa basi-basi lagi kutoleh Dinda yang saat itu sedang memakai daster, tanpa basa basi aku langsung merengkuh tubuh Dinda yang montok itu kedalam pelukanku dan langsung kucium bibirnya yang tipis itu. Dinda memeluk tubuhku erat erat, Dinda sangat pandai memainkan lidahnya, terasa hangat sekali ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku. Tanganku asyik meremas susu Dinda yang tidak seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir membuat Dinda memejamkan matanya karena geli. Dengan sigap aku menarik daster Dinda, dan ternyata Dinda sudah tak mengenakan apa apa dibalik dasternya itu, ternyata Dinda memang sudah merencanakannya tanpa sepengetahuanku.

Tubuh Dinda benar benar aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih dengan susu yang pas dengan ukuran tubuhnya ditambah vagina yang tak berambut mencembung. “Eh gimana kalo si Selly bangun?” tanyaku. “Tenang aja Mas Jo, Susu yang diminum Selly tadi dah aku campurin CTM.” Jawabnya dengan gaya yang manja. Benar-benar persiapan yang sempurna.
Ketika kubentangkan bibir vaginanya, itilnya yang sebesar biji salak langsung menonjol keluar. ketika kusentuh dengan lidahku, Dinda langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju dan celanaku sehingga penisku yang sepanjang 12 cm langsung mengangguk angguk bebas. Ketika kudekatkan penisku ke wajah Dinda, dengan sigap pula Dinda menggenggamnya dan kemudian mengulumnya. Agen Poker Terpercaya.

Kulihat bibir Dinda yang tebal itu sampai membentuk huruf O karena penisku yang berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya, Dinda sepertinya sengaja memamerkan kehebatan kulumannya, karena sambil mengulum penisku ia berkali kali melirik kearahku.
Aku hanya dapat menyeringai keenakan dengan servis Dinda ini. Mungkin posisiku kurang tepat bagi Dinda yang sudah berbaring itu sementara aku sendiri masih berdiri disampingnya, maka Dinda melepaskan kulumannya dan menyuruhku berbaring disebelahnya. Setelah aku berbaring dengan agak tergesa gesa Dinda merentangkan kedua kakiku dan mulai lagi menjilati bagian peka disekeliling penisku, semuanya dijilatinya, bahkan Dinda dengan telaten menjilati penisku yang membuat aku benar benar blingsatan. Aku hanya dapat meremas remas susu Dinda serta membelai vaginanya dengan jariku. Aku sudah tak tahan dengan kelihaian Dinda ini, kusuruh dia berhenti tetapi Dinda tak memperdulikanku malahan ia makin lincah mengeluar masukkan penisku kedalam mulutnya yang hangat itu.

Tanpa dapat dicegah lagi air maniku menyembur keluar yang disambut Dinda dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan akan dia ingin memeras air maniku agar keluar sampai tuntas. Ketika Dinda merasa kalau air maniku sudah habis keluar semua, dengan pelan pelan dia melepaskan kulumannya, sambil tersenyum manis ia melirik kearahku. Kulihat ditepi bibirnya ada sisa air maniku yang masih menempel dibibirnya, sementara yang lain rupanya sudah habis ditelan oleh Dinda.
Dinda langsung berbaring disampingku dan berbisik “Mas Jo diam saja ya, biar saya yang memuaskan Mas !” Aku tersenyum sambil menciumi bibirnya yang masih berlepotan air maniku sendiri itu. Dengan tubuh telanjang bulat Dinda mulai memijat badanku yang memang jadi agak loyo juga setelah tegang untuk beberapa waktu itu, pijatan Dinda benar benar nyaman, apalagi ketika tangannya mulai mengurut penisku yang setengah ngaceng itu, tanpa dihisap atau diapa apakan, penisku ngaceng lagi, mungkin karena memang karena aku masih kepengen main beberapa kali lagi maka nafsuku masih bergelora.

Aku juga makin bernafsu melihat susu Dinda yang pentilnya masih kaku itu, apalagi ketika kuraba vaginanya ternyata itilnya juga masih membengkak menandakan kalau Dinda juga masih bernafsu hanya saja penampilannya sungguh kalem . Melihat penisku yang sudah tegak itu, Dinda langsung mengangkangi aku dan menepatkan penisku diantara bibir vaginanya, kemudian pelan pelan ia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya penisku habis ditelan vaginanya itu. Setelah penisku habis ditelan vaginanya, Dinda bukannya menaik turunkan pantatnya, dia justru memutar pantatnya pelan pelan sambil sesekali ditekan, aku merasakan ujung penisku menyentuh dinding empuk yang rupanya leher rahim Dinda.

Setiap kali Dinda menekan pantatnya, aku menggelinjang menahan rasa geli yang sangat terasa diujung penisku itu. Putaran pantat Dinda membuktikan kalau Dinda memang jago bersetubuh, penisku rasanya seperti diremas remas sambil sekaligus dihisap hisap oleh dinding vagina Dinda. Hebatnya vagina Dinda sama sekali tidak becek, malahan terasa legit sekali, seolah olah Dinda sama sekali tak terangsang oleh permainan ini. Padahal aku yakin seyakin yakinnya bahwa Dinda juga sangat bernafsu, karena kulihat dari wajahnya yang memerah, serta susu dan itilnya yang mengeras seperti batu itu.

Aku makin lama makin tak tahan dengan gerakan Dinda itu, kudorong ia kesamping sehingga aku dapat menindihinya tanpa perlu melepaskan jepitan vaginanya. Begitu posisiku sudah diatas, langsung kutarik penisku dan kutekan sedalam dalamnya memasuki vagina Dinda. Dinda menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, kakinya diangkat tinggi tinggi serta sekaligus dipentangnya pahanya lebar lebar sehingga penisku berhasil masuk kebagian yang paling dalam dari vagina Dinda. gerakanku sudah mulai tak teratur karena aku menahan rasa geli yang sudah memenuhi ujung penisku, sementara Dinda sendiri sudah merintih rintih sambil menggigiti pundakku.
Mulutku menciumi susu Dinda dan menghisap pentilnya yang kaku itu, ketika Dinda memintaku untuk menggigiti susunya, tanpa pikir panjang aku mulai menggigit daging empuk itu dengan penuh gairah, Nita makin keras merintih rintih, kepalaku yang menempel disusunya ditekan keras keras membuatku tak bisa bernafas lagi, saat itulah tanpa permisi lagi kurasakan vagina Dinda mengejang dan menyemprotkan cairan hangat membasahi seluruh batang penisku. Ketika aku mau menarik pantatku untuk memompa vaginanya, Dinda dengan keras menahan pantatku agar terus menusuk bagian yang paling dalam dari vagina sementara pantatnya bergoyang terus diatas ranjang merasakan sisa sisa kenikmatannya. Dengan suara agak gemetar merasakan kenikmatannya, Dinda menanyaiku apakah aku sudah keluar, ketika aku menggelengkan kepala, Dinda menyuruhku mencabut penisku. Ketika penisku kucabut, Dinda langsung menjilati penisku sehingga cairan lendir yang berkumpul disitu menjadi bersih.

Penisku saat itu warnanya sudah merah padam dengan gagahnya tegas keatas dengan urat uratnya yang melingkar lingkar disekeliling batang penisnya. Dinda sesekali menjilati ujung penisku dan juga buah pelirku. Ketika Dinda melihat penisku sudah bersih dari lendir yang membuat licin itu, dia kembali menyuruhku memasukkan penisku. Aku menggigit bibirku merasakan sempit serta hangatnya vagina Dinda, ketika penisku sudah menyelusup masuk sampai kepangkalnya, Dinda menyuruhku memaju mundurkan penisku, aku mulai menggerakkan penisku pelan pelan sekali. Kurasakan betapa ketatnya dinding vagina Dinda menjepit batang penisku itu, terasa menjalar diseluruh batangnya bahkan terus menjalar sampai keujung kakiku. Benar benar rasa nikmat yang luar biasa, baru beberapa kali aku menggerakkan penisku, aku menghentikannya karena aku kuatir kalau air maniku memancar, rasanya sayang sekali jika kenikmatan itu harus segera lenyap. Dinda menggigit pundakku ketika aku menghentikan gerakanku itu, ia mendesah minta agar aku meneruskan permainanku.

Setelah kurasa agak tenang, aku mulai lagi menggerakkan penisku menyelusuri vagina Dinda itu, dasar sudah lama menahan rasa geli, tanpa dikomando lagi air maniku tiba tiba memancar dengan derasnya, aku melenguh keras sekali sementara Dinda juga mencengkeram pundakku. Aku jadi loyo setelah dua kali memuntahkan air mani yang aku yakin pasti sangat banyak. Tanpa tenaga lagi aku terguling disamping tubuh Dinda, kulihat penisku yang masih setengah ngaceng itu berkilat oleh lendir yang membasahinya. Dinda langsung bangun dari tempat tidur, dengan telanjang bulat ia keluar mengambil air dan dibersihkannya penisku. Setelah itu, disuruhnya aku telungkup agar memudahkan dia memijatku, aku jadi tertidur, disamping karena memang lelah, pijatan Dinda benar benar enak, sambil memijat sesekali dia menggigiti punggungku dan pantatku.

Aku benar benar puas menghadapi perempuan satu ini. Aku tertidur cukup lama, ketika terbangun badanku terasa segar sekali, karena selama aku tidur tadi Dinda terus memijit tubuhku. Ketika aku membalikkan tubuhku, ternyata Dinda masih saja telanjang bulat, penisku mulai ngaceng lagi melihat tubuh Dinda yang sintal itu, tanganku meraih susunya dan kuremas dengan penuh gairah, Dinda pun mulai meremas remas penisku yang tegang itu. “Yuk kita ke kamar mandi” ajakku “Sapa takut…..” Aku menarik tangan Dinda keluar kamar sambil bugil tapi aku sempatkan menyambar 2 buah handuk kemudian berjalan mengendap masuk , takut ketahuan tetangga sebelah rumah dan mengunci pintu kamar mandinya dari dalam. ” Din…kamu seksi banget..” desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum. Dinda membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya. Dinda mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat.

Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena sudah menjelang pagi. Dinda mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Dinda ke bak mandi. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Kujilati liangnya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin- milinnya dengan kuat. Kumasukan dua jari tanganku ke dalam vaginanya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam vaginanya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan tetangga sebelah rumah dengar karena dinding kamar mandi bersebelahan tepat dengan dinding rumhah tetangga.

Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati vaginanya. ” Ahhh…ahhh….Mas… Arghhhh..uhhh….Maaasss….” ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari- jariku makin mengocok vaaginanya. Semenit kemudian, Dinda benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat. Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, Ia duduk bersimpuh dan mengulum penisku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Dinda melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok penisku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku.

Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Dinda tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh ,” Oh…gitu Mas..gigit seperti itu…aghhh…” Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Dinda makin terangsang.Penisku terus memompa liangnya dengan cepat, dan kurasakan liangnya semakin menyempit… Penisku keluar masuk liangnya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Nita merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku. ” Ah Maass…Ehmm… Arghh…Arghhh… Ohhhhh uhhhhhh…” Dinda orgasme untuk kesekian kalinya dan terkulai ke bahuku.

Karena aku masih belum keluar, aku mencabut penisku dari liangnya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap toilet. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Dinda tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk penisku ke liangnya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak- acakan. Aku mulai memompa liangnya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. Penisku makin cepat menusuk2 liangnya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap- ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Dinda naik turun sesuai irama kocokanku, dan penisku semakin tegang dan terus menghantam liangnya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat.

Penisku terasa makin becek oleh cairan liangnya. “Dinda..aku juga mau keluar nih….” ” oh tahan dulu…kasih aku….penismu….tahan!!!! “Dinda langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok penisku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ” ArGGGhhhh!! Oh yes !! ” erangku tertahan. Dinda menyedot penisku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung penisku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok penisku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Dinda berlutut dan menjilati seluruh penisku dengan rakus. Setelah Dinda menjilat bersih penisku, ia memakaikan handukku, lalu memakai handuknya sendiri. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan- lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang. Setelah kejadian itu aku sama Dinda semakin gila- gilaan dalam bermain seks sampai dengan ibu kosku kembali dari Jakarta tentunya aku hanya bisa melakukannya di malam hari saja. Agen Judi Online Terpercaya.
Share:

Kamis, 27 Juni 2019

Ibu Kost yang Cantik

Ibu Kost yang Cantik
Ibu Kost yang Cantik
Indobet7, Cerita Dewasa - Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2012 s.d 2016 ketika aku mulai kuliah di PT swasta di Jogjakarta. Saat itu aku (Hendi) umurku baru 19 thn, tinggi 170cm, berat 60Kg, postur atletis, kulit sawo matang, wajah oval berkumis, potongan rambut bross, teman2 selalu memiripkan aku dengan bintang film Beverly Hills Cop – Freddy Murphy, setelah lulus SMA di kota Bandung, kami sekeluarga asli jawa timur, tetapi kami 6 bersaudara lahir dan besar di kota Bandung, hijrah ke Jogjakarta tanpa ada family sama sekali untuk mendapatkan sekolah PT swasta, karena tidak diterima di PT. Negeri (saat itu jalur Perintis 1 – 4), aku diterima disalah satu PT. Swasta terkenal di Jogja, jadi aku mencari tempat kos2an yang akhirnya dapat tempat kos dimana sebelumya rumah itu belum pernah menerima kos2an, didaerah Baciro.

Karena rumah tersebut. nampak asri banyak tanaman hias, nyaman dan sejuk, aku tertarik untuk kos disitu walaupun tukang becak dan pemilik warung disudut simpang tiga mengatakan: “ itu kan rumah Bu Selly, selama ini tidak terima kos-kosan mas, dia hanya bersama pembantunya, Suaminya sedang tugas ke Amerika, sedangkan mbak Shinta (anak semata wayang) kuliah di Jakarta, tapi coba aja mas, kayaknya punya 4 kamar kosong dibelakang”

Aku beranikan diri mengebel rumah bu Selly, dan yang keluar adalah wanita setengah baya mengenakan kain jarik jogja, usia sekitar 35-40thn, nampak wajahnya bersih berlesung pipit, bertubuh sintal dan mungil, sehingga nampak menarik, ternyata dia adalah pembantunya bu Selly: “ disini ga terima kos mas, tapi coba saya tanyakan ke ibu sebentar” (dalam hatiku, wah.. pembatunya bersih juga dan semok bodynya he..he).

Beberapa menit kemudian keluarlah bu Selly, wah wah! aku terbengong kagum, ibu satu anak ini sangat ayu cantik, kulit putih mulus, rambut panjang sepinggang diikat, tinggi sekitar 160cm dan berat sekitar 50kg, dgn tubuh sintal (semok/ bahenol) mengenakan celana jeans ¾ ketat dan kaos puntung (tanpa lengan) ketat sehingga nampak buah dada yang super besar (menurut saya) kenceng/ padat ukuran sekitar 36B dan ketiaknya nampak bersih tidak berambut. Saat itu aku terbayang penyanyi dangdut/ bintang film cantik Shinta Bella, karena bu Selly mirip benar dan aku pikir dia adalah bintang film tsb. Nampak bahwa usianya sekitar 30-35thn (lebih muda dari pembantunya), tapi dalam hatiku berpikir heran, kok anaknya sudah kuliah..!?

Ntah alasan apa, bu Selly yang katanya tidak terima kos, langsung berkata: “ kebetulan dek ada kamar kosong dibelakang, tapi jangan bulanan yaa, tante maunya per 6 bulan”. Akhirnya aku setuju kos disitu, lagian senang banget suasananya asri, sejuk dan.. ibu kosnya cantik, bahenol pembantunya juga he..he!

Ternyata hasil ngobrol2 dengan mbok Fifi (pembantu yg ternyata usianya 37th), Tante Selly itu usianya sudah 46thn (lebih tua dari ibu saya yang 44th), bener2 aku kagum dengan Tante yang bisa merawat tubuh & wajah sehingga terlihat seperti masih usia 30 tahunan, dan Pak Yudi (50th) tugas ke Amerika 3 thn, ini baru 6 bulan dan pernah pulang sekali saja (2 minggu). Kalau mbak Shinta kuliah di Jakarta sdh 1 thn dan kadang2 pulang sebulan sekali (2hr saja), krn dia selain kuliah juga nyambi kerja.

Aku menempati kamar belakang yang terdepan, persis berbatasan dengan pintu ruang keluarga, tetapi pintu masuk kamar tetap diluar ruangan tsb. dan tembok kamarku persis bersebelahan dengan kamar Tante Selly. Di ruang keluarga nampak foto2 keluarga Tante yang memang hanya ber 3 : Tante, Om Yudi dan Shinta yg nampak cakep banget dengan potongan rambut pendek (tomboy) dengan tubuh mirip Tante semok dan buah dadanya super..he..he..! Om Yudi nampak tinggi ganteng berkumis tipis dan kelihatan jauh lebih tua dari Tante.

Saya perhatikan dan dari cerita2 Mbok Fifi, Kegiatan rutin Tante adalah fitness 3 x seminggu, rutin ke salon luluran dan mandi susu, arisan/ kumpul2 seminggu sekali, dan shoping ke supermarket hampir setiap 2 hari sekali. Tante kalau pergi2 sendirian menggunakan mobil Mitsubishi Lancer, serta selalu berpakaian modis layaknya gadis2 SMA/ Mahasiswa dan berkacamata hitam, tentu banyak laki2 yang tertarik memandang wanita secantik tante dengan penampilan seperti itu, padahal usianya sudah 46th.

Hari2 kulalui biasa2 saja dimulai dengan kegiatan Posma (Pekan orientasi mahasiswa) dan dilanjutkan aktif kuliah menggunakan sepeda motor bebek Honda plat D Bandung, sementara 3 kamar kosong disebelah kamarku belum ada penghuninya, sempat aku tanya ke Tante: “ Tante apa perlu aku carikan teman yg mau kos disini, aku carikan cewek yaa biar Tante ada temen dan aku tambah segar..he..he..”, tapi Tante bilang: “ ga usah dulu Hen, Tante belum biasa dirumah ini banyak orang, lagian tante sudah senang ada teman kamu yg bisa temenin tante sehari-hari!!!”.

Setelah 1 bulanan berjalan, aku melihat gelagat perilaku Tante berubah sangat perhatian terhadapku dan smakin hari semakin tidak biasa, seperti: sering menanyakan jam kuliah dan pulangku, dan membelikan makanan kecil maupun menyediakan makan malam, padahal aku kan cari makan diluar, jadinya aku sering ga keluar uang makan, ..yah..lumayan..gratis..he..he..! Mulai juga sering diajak mengantar tante dengan mobilnya (kalau aku kosong kuliah) ke Supermarket, fitness, salon di jalan Solo dan nonton film di bioskop Mataram serta kalau hari libur menemani ke tempat wisata Kaliurang. Aku sih senang2 aja, semuanya gratis, dan yg lebih senang jalan dengan tante cantik bahenol dan nampak masih muda, jadi seperti sepasang kekasih yang sedang pacaran aja..ha..ha.., habis tante sering merapatkan tubuhnya ketubuhku kalau sedang berjalan sambil melingkarkan tangannya di lenganku.

Akhirnya karena terbiasa ngobrol2 baik dirumah maupun saat jalan, tante banyak curhat ke aku, mengenai kehidupan sehari-harinya, bahwa dia kesepian sejak suami jauh di Amrik dan jarang pulang, bahkan sampai menceritakan hubungan sexnya dengan suaminya, dimana Tante belum pernah merasakan apa itu orgasme saat berhubungan intim dengan suami selama menikah 22thn, padahal tante libidonya sangat tinggi, jadi selalu ingin berhubungan intim terus.

Sejak suami tugas Tante melampiaskam birahinya dengan masturbasi menggunakan Dildo (Penis karet ukuran orang bule, karena pesan dari luar) hampir setiap hari di kamar, dan Tante baru bisa merasakan namanya orgasme dengan Dildo tersebut, sehingga Tante selalu membayangkan bagaimana rasanya orgasme oleh Penis beneran saat berhubungan intim dengan laki-laki kayak apa sih dan terpikir ingin cari Gigolo untuk merasakan orgasme sesungguhnya, tapi Tante takut tertular penyakit kelamin dan rahasia terbongkar, karena Gigolo adalah orang lain yang tidak dikenal. Aku lebih banyak tertegun mendengar curhatan tante, lagian aku kan ga punya pengalaman apa-apa, pacaran dan ciuman aja belum pernah apalagi berhubungan intim atau ngentot, jadi aku agak kaget dan malu2 merespon curhatan Tante. Aku lebih sering mengatakan ke Tante untuk sering komunikasi dengan suami via telephone dan tambah aktivitas sehari-hari

Suatu saat kami perjalanan ke wisata Kaliurang, sepanjang perjalanan tante mendesak aku mau untuk berhubungan intim dengan Tante, aku sangat kaget dan takut, meskipun ingin juga sih merasakannya kayak apa sih.., apalagi tante sudah pengalaman dan cantik bahenol seperti artis, kebayang juga sih pengen ngentot artis he..he!

“Hen, tante terus terang sudah ga tahan dengan masturbasi terus setiap hari, tante pengen merasakan Kontol asli Hen, Tante sudah lama ga di entot kontol beneran..”, aku kaget karena tante secara blak blakan menyebut “Kontol & Ngentot” bikin aku terangsang..! “Kamu belum pernah ya entotan, ..” Aku menggeleng pelan sambil menyetir mobil dan memandang kedepan “jangan takut ntar tante yang ajarin semuanya ke kamu pokoknya diam aja ntar tante yang entot kamu, tante yakin kontolmu pasti bisa memuaskan tante dan kamu juga pasti nanti menikmati”. Aku diam saja sambil menyetir mobil dan tante mengarahkan aku agar masuk ke villa.

Akhirnya kami ginep di villa tsb, saat baru sampai di Villa, Tante ntah bagaimana sudah memeluk aku dan di sofa langsung mengelus2 bagian kontolku meskipun masih bercelana. Aku kaget tapi diam saja, dan tante menciumi leher dan bibirku, aku merasakan terangsang, yg baru pertama kualami dan kontolku langsung menegang karena dielus2 dibagian luar celana oleh tante.
Tante begitu ganasnya membuka seluruh pakaianku yg akhirnya telanjang bulat dalam posisi telentang disofa dengan kontol mengacung ke atas cenut-cenut, sementara tante juga sdh ga tahan, dia telanjang bulat juga yg ntah kapan membuka pakaiannya.

Aku bengong dan kagum dengan tubuh telanjang tante yg mulus putih, teteknya yang super besar sangat kenceng dan padat bagaikan buah melon, perutnya rata, pinggangnya begitu berbentuk lekuk serta bokongnya besar/ bongsor, nampak pahanya begitu padat berisi dan sangat putih mulus membuat aku semakin terangsang, aku melirik keselangkangannya nampak menonjol ke depan dengan ditumbuhi rambut2 hitam kasar yang sangat lebat merambat ke atas bagian perut mendekati pusar semakin tipis dan sebagian rambutnya melebar ke kiri dan kanan mendekati pangkal paha, bener2 sexy banget membuat aku sangat terangsang. Aku tidak sadar tante sudah mengocok-ngocok kontolku dan langsung dijilatinya..aku heran kok tante ga jijik.. trus di kulum2nya kontolku serta di isap2nya, tante menjilati penisku dan seluruh batang dan kepala kuya kontolku sehingga aku merem melek kenikmatan, sementara kedua tangan Tante sambil mengelus-elus kedua pahaku, “kontolmu panjang dan besar Hen, jembutnya masih tipis2 sexy banget tante baru lihat seperti ini hampir ½ batang kontolmu ditumbuhi jembut ouh.., ini jauh lebih besar dari kontolnya om, huhHen keras banget kayak dildo Tantetante suka banget..dan pasti bisa ketagihan nie, Ooh..kamu bener2 masih perjaka yaa tante lihat lubang kontolmu masih bulat sebesar ujung pensilwah..tante beruntung Hen!”

Sementara tante jongkok disamping sofa sambil menghisiap-hisap kontolku, aku meremas-remas ke dua tetek tante yg kenyal dan padat sehingga tante mendesah-desah sambil kulum2 kontolku, aku juga semakin mengerang-ngerang kenikmatan yg belum pernah alami selama ini. Aku akhirnya merasakan ada sesuatu yang akan mendesak keluar dari kontolku dan terasa sampai saraf kepalaku sehingga aku merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara, padahal baru beberapa menit, Tante dengan begitu binalnya terus2an menaik turunkan mulutnya di sepanjang batang kontolku serta meng hisap-hisap kepala kuyaku! “Tante.tante aku ga tahan tanpengen keluar. Oughhhh Crot..crot..crot.crot muncrat begitu banyak dan keras didalam mulut Tante, oughoughargh..argh tante tante enak banget..ouhkouuhhh.”, Tante nampak senang sekali sambil ketawa2 dan cepat2 menjilati dan menelan semua sperma yang keluar dari lubang kontolku serta yang tercecer disepanjang batang kontolku dan spermaku dijilatinya dan telannya sampai bersih seperti menjilati ice cream. Kenikmatan bertambah saat Tante menghisap-hisapi kepala kuyaku dan menjilati sperma yang sudah keluarooohhhouuhhh!

Itulah pertama kali keperjakaanku direnggut oleh tante kosku, yang usianya sudah 46thn, atau 27 tahun lebih tua dariku yg layaknya sebagai ibuku. Aku benar2 lupa ingatan yang jelas saat itu merasakan suatu kenikmatan dunia yang tiada duanya sambil melayang di awan yang selama ini belum pernah kurasakan.

Tante ga berhenti disitu, setelah kontolku bersih dari sperma Tante tetap mengulum-ngulum kontolku yang akhirnya ga sampai 5 menit kontolku sudah tegang kembali dan aku terangsang lagi pengen rasanya mengeluarkan sperma lagi. Gila memang..tante bener2 pengalaman dan haus sex.. mungkin karena beberapa bulan ga pernah merasakan kontol beneran lagi. Setelah kontolku tegang kembali, tante langsung cepat2 duduk diatas kontolku berhadapan dengan ku dan memegang serta memasukkan kontolku ke memeknya yg rambutnya kasar dan sangat lebat, aku merasakan gesekan saat pertama kontolku masuk ke memeknya tante..terasa hangat dan ada cairan licin didalam memeknya “oughoughnikmat banget..tant” dan akupun mulai mengerti rasanya ngentot itu ternyata nikmat banget bagaikan melayang di awan, makanya tante bener2 menginginkannya, krn sdh lama ga dientot suaminya, “ Hen..kamu tenang aja..ntar kamu akan merasakan kenikmatan yang lebih nikmat dari yang tadi..” Tante semakin mempercepat naik turun diatas kontolku sambil meracau ga karuan apa yang dikatakandan berteriak-teriak mengerang kenikmatan, dan aku semakin merasakan gesekan memek Tante yang begitu cepat sehingga seluruh saraf tubuhku benar2 menegang dan terasa sangat nikmat dibanding saat kontolku dioral-oral tante tadi.

Beberapa menit kenudian tubuh tante menegang beberapa kali sambil mempercepat naik turun diatas kontolku serta teriak-teriak:” Henhen.Tante ga tahan..Hen..mau keluarooohhoughh..oughHenHen..argh..arghUuuoohhhh Tante sudah.sudahArgh hen..hen Ouhouhgouhgarrghh.aahhhshh..nikmatnya !” Aku merasakan nikmat dan kontolku semakin merasakan hangatnya cairan mani memek Tante yang keluar berulang-ulang, jadi kenikmatan yang tiada duanya.Aku sedikit heran juga kok kontolku tahan lama juga, mungkin karena tadi sudah keluar sekali. Tante berhenti sejenak sambil merem menikmati klimaxnya “aouuhhh.Hen tante puas banget bisa orgasme 2 kali nie..hebat kontolmu enak bangetkontolnya Om ga ada apa-apanya”, kemudian tante minta aku ganti posisi di atas, akupun berputar sekarang posisiku diatas menyodok-nyodokkan kontolku begitu cepat di memek tante sampai berbunyi clokclok..clok..begitu, karena memek tante sudah mengeluarkan cairan mani orgasme ber kali2..sementara tante masih bisa mendesah-desah dan triak triak kecil kenikmatan setiap aku menyodokkan kontolku ke memeknya. Tante nampak masih menginginkan dientot lagi untuk mendapatkan multiorgasme yang selama ini didambakan.

Aku smakin cepet naik turunkan kontolku dan tante triak2 tdk terkontrol sambil bertriak2: ”..trus..trus..trus..hen..yg cepet jgn berhenti.. ough..ough..ough hen..argh..arghhuh..huh.. hen trus2 trus..hen entot tante yg keras henn.hen.. Ough..oughhen..hen..hen..tante sudah pengen keluar lagi.ga tahan ga tahan..hen..jgn.stop..jgn..stop..jgn.pelantrus.yang cepet” aku smakin mempercepat sodokanku scepat cepatnya sampai tante terhentak-hentak! “ Hen iya.iya..bgitu jangan berhentioughoughougharrrggghhhh.hentante.maukeluarlagi.orgasme..argharghargoughough..hen..hen ouuuggghhh.ouh..ouhHennnn..ough..oughough..ough nikmatnya Hen..tante puas banget..! ouh.ouhmakasih henmakasih hentante belum pernah orgasme gini kalo sama kontol Om..tante hanya bisa orgasme kalo dgn dildoooh. Kamu hebat hen..tante sayang kamu..! Baru kali ini tante bisa merasakan rasanya orgasme karena sodokan kontol.malahan bisa multiorgasme yang selama ini Tante dambakan, makasih ya sayang..tante pengen terus tambah kalo gini”. Aku berhenti sejenak memberikan kesempatan tante menikmati fase klimax yg didapatnya, setelah beberapa detik kulanjutkan kembali aku menaik turunkan kontolku di memek tante yg dari tadi masih menancap.

Semakin cepat kusodokan beberapa menit kemudian aku merasakan ada desakan dari dalam kontolku yang akan keluar sehingga bisa meraih kenikmatan yang kata Tante lebih nikmat dari yang tadi, aku sdh tidak mendengarkan apa yg diomongin Tante, dan aku semakin cepat menyodok-nyodok memek Tante yang sudah klimax penuh cairan mani karena multiorgasme “ Akh..akh..akh..tante..tanteaku pengen keluar di memek tante!” Tante langsung mengimbangi dengan gerakan memutar-mutarkan pantatnya dari bawah..sehingga setiap sodokan kontolku bisa masuk penuh ke dalam memeknya. “Ouh.ouhhenkamu belum keluar ya hensini tante bantu keluarin..” .sekitar 2 menit kemudian aku ga tahan dan keluar..dengan keras..crot..crot..crot “oughough..tantetanteaku keluar..oughoughhaaahhhnikmat banget tant.” “truskan hendi keluarkan yang banyak. Tante merasakan hangat spermamu di dalam memek Tante..ouhgenaknya Hen. Kontolmuhebat makasih ya hen.memek tante bisa mendapatkan semprotan sperma perjaka kontolmu..yg bikin tante awet muda”

Akhirnya kami di villa itu nginep 1 malam, dan kami entotan sepanjang hari ga henti2 Tante Selly bener2 ketagihan kontolku dan aku hitung2 kami entotan selama 1 hari 1 malam sebanyak 18 kaliwuih..! Aku ga kepikiran jugakarena setiap aku ngecrot pasti di dalam memek tantekok tante ga takut hamil yaamungkin tante sudah ada penangkalnya..anti hamil.

Selanjutnya sudah bisa diduga..hari2 dirumah kosku hanya entotan..dan entotan lagi dengan tante Selly..ga bosan2 nya. Aku sdh tidak bisa menghitung lagi berapa kali aku ngentot tante Selly..karena sudah menjadi makanan se hari2.. kecuali kalau Tante lagi mens. Tante selalu minta di entot setiap pagi sebelum dan sesudah aku pulang kuliah, malampun tante minta lagi, itupun bisa 2 s.d 3 kali. Dan itupun dilakukan di kamarnya atau di kamarku, ngumpet2 dari mbok Fifi, meskipun aku merasa

Mbok Fifi pasti sudah tahu, tapi kami berdua cuek aja. Toh mbok Fifi juga biasa aja dan cuek kok..!
Aku ga bisa bayangkan, aku setiap hari ngentot tante Selly yang usianya pantas menjadi ibuku. , bahkan 2 tahun lebih tua dari usia ibuku, sudah bersuami dan punya anak sudah seusiaku, serta kalau nanti tante hamil bagaimana., kan suaminya lagi di Amrik itu ga pernah terpikir..! Tapi yang jelas sampai saat itu Tante ga pernah hamil tuh..! dan aku benar2 menikmati dengan senang..!

Kadang aku pulang kuliah, tante sudah tidur telanjang di kamarku, aku sudah langsung mengentotnya..rutin seperti tante Selly adalah istriku. Kalau malem aku lebih banyak tidur ditempat tidur tante, jadi otomatis tinggal ngentot aja aku semakin ter gila2 ngentot juga dan ketagihan..kalau ga ngentot rasanya kepala pusing..! Dan kadang aku yang minta tambah berulang-ulang..Tantepun dengan senang hati melayaniku. Saat Tante menspun kalau aku yang minta ngentot, Tante tetap melayaniku dengan meng oral2 dan hisap2 kontolku sampai muncrat dan spermanya Tante telan habis.

Dampaknya aku ga pernah bayar uang kosku lagi (dulu aku hanya bayar 6 bulan pertama), berikutnya ga pernah bayar sama sekali, saat aku mau bayar kos 6 bulan kedua:” Hen kamu apa2an sih, Tante ikhlas ngentot sama kamu..Tante bener2 puas dan nikmat ngentot denganmu Tante bersyukur bisa kenal kamu, jadi Tante bisa mendapatkan orgasme yang selama ini Tante idam2kan. Kamu anggap rumah ini dan Tante adalah milikmu sendiri yang setiap saat bisa kamu tiduri!

Tante sangat berpengalaman, setiap hari aku diberi vitamin2 dan supplement: “ Hen ini harus kamu minum tiap hari yaa.. pagi – siang dan sebelum tidur..nah kalau mau ngentot tante kamu minum yang ini 1 tablet yaa.. jangan lupa lho.supaya kontolmu kuat dan tahan lama .. kalau loyo..apa kamu ga kasihan sama tante..ntar tante sakit lho..!” Tante cerita bahwa Om  Yudi kalau disuruh minum tablet2 dari Tante ga pernah mau, makanya Tante gemes sama suaminya.

Suatu hari Om Yudi pulang ke Jogja dari Amrik sekitar 2 minggu. Jadi Tante ga ada kesempatan entotan dengan aku. Akupun lama2 bete ga tahan pengen ngentot tante juga..! Ntah bagaimana..tiba2 suatu malam (om msh ada) skitar jam 01:00 dini hari tante ngetok kamarku dan langsung masuk dalam keadaan telanjang.. nampak wajahnya sayu tapi penuh napsu birahidan langsung merogoh kontolku langsung dikulum-kulumnya, aku ya langsung melayani tante tanpa terpikir ada Om Yudi dikamarnya.. akhirnya kami entotan sepuasnya sampai 2 kali. Dan tante tercapai orgasmenya berkali-kali juga (multiorgasme): “ hen.. makasih yaa.. tadi Om ngentot tante..tapi peltu (nempel metu)..baru nyodok2 beberapa kali sudah ngecrot..pdhl tante belum terangsang..makanya Om langsung bobo2 dan tante minta kontolmu lah yg sudah pasti bisa kasih tante orgasme ber kali2”. Makanya saat aku nyodok memek tante terasa memek tante agak licin ada spermanya Om masih tertinggal di dalam, tapi aku cuek aja, yg penting masih bisa dgn rutin ngentot tante.

Minggu ke dua saat Om Yudi masih ada, suatu sore yg sepi, aku baru pulang kuliah, mbok Fifi tumben menyediakan es juice dan pisang goreng, biasanya kan tante Selly yg sediakan. Mbok Fifi sambil senyum2 lagi, gelagatnya tidak seperti biasa, tapi tampak Mbok Fifi cantik dan tubuhnya sintal, bikin aku terangsang juga nie he..he. Mbok kok sepi. “ibu dan Bapak sedang pergi ke rumah familynya, kan besok Bapak sdh pulang Amrik lagi”. Wahaku mbayangin besok sudah bisa secara rutin ngentot tante lagi he..he..! Tiba-tiba “Mas Hendi seneng kan kalau Bapak pulang Amrik lagi.!”

Aku heran apa maksud Mbok FiFi..! ”Iya.., jadi bisa ngentotin ibu kanMbok tahu lah..!”. Aku terkejut dan tdk berkutik dengan perkataan Mbok Fifi tadi..aku hanya terdiam dan malu karena Mbok Fifi ternyata sudah tahu. “Iya.. lah mas Mbok tahu ibu sama mas hampir setiap hari entotan..mbok sih seneng aja..ibu jadi bisa tersalurkan birahinya..karena sebelum ada mas Hendi..ibu sering melamun dan di kamar sering masturbasi..mbok sering dengar suara2 birahi ibu, lagian ibu itu birahinya tinggi banget, Bapak ga bisa ngimbangi..kayaknya mas Hendi lah yg bisa ngimbangi..makanya ibu suka di entot mas..” Trus aku dengan perlahan ngomong ke Mbok Fifi:” Jadi Mbok mau melaporkan ke Bapak yaa,,?”. Mbok Fifi sambil senyum2bilang..:”yah gak lah Mas rugi..!”.. Aku bingung dengan perkataan Mbok Fifi: “Lho kok rugi..emang ada untungnya untuk Mbok kalau ga dilaporkan?”. Mbok Fifi senyum2 gelagat genit:” Kan Mbok juga pengen seperti ibuMbok ini sudah menjanda hampir 12 thn Masdan punya mbok sudah dianggurin lama..ga ada yang pake..he..he..!, makanya mas Mbok pengen juga ngerasain kontol Mas Hendi.. Boleh kan?!, Tolong lah Mas.. itu yang dibilang untung tadi mas..makanya Mbok ga akan lapor ke Bapak deh.. asalkan Mas mau ngentot Mbok, lagian mbok belum pernah melahirkan, jadi memek mbok masih orisinil dibanding ibu!” Gila ini mbok.

Omongannya bikin merangsang aku. Aku jadi pengen ngerasain memek yg belum melahirkan, kalau tante kan sudah punya anak 1, itupun rasanya nikmat banget, apalagi yg masih seret kayak memek mbok, aku ngebayangai gitu.

Akhirnya kami berdua masuk kamarku dan aku melayani napsunya Mbok Fifi yang menggebu-gebu kehausan kontol, kontolku dikulum-kulum dan diisap-isap si mbok, dan digigit2 gemes oleh Mbok Fifi: “ Huwaduh..Mas Hendi..mbok bener2 gemes sama kontol masguede dan panjang bangetpunya suami mbok aja hanya setengahnyambok pengen di entot sekarang mas..” Aku baru sodok2 sekitar 1 menit..si mbok sudah triak2 minta dicepetin dan mencapai klimax. Mas..mas..trus..trus..cepet..cepet.. mas mbok dah mau
keluaroughoughargkargkmaaassssmbok keluar..aahhh.. nikmat banget mas..” Tapi aku memang merasakan kenikmatan yang lebih memek simbok dibandingkan memek tante, memek mbok Fifi masih sempit banget, td waktu pertama kontolku masuk ke memek si mbok, si mbok triak2 kesakitan;’ Akh..akh..mas..pelan2..memek mbok masih belum merekah masih sempit..” Tp setelah merekah, aku yg kenikmatan gesekan bibir memeknya bener2..lebih nikmat dari punya tante yang menurutku sudah enak..ternyata memek si mbok lebih nikmat, makanya akhirnya aku juga cepet orgasme sangking nikmatnya memek di mbok, inipun spermaku kukeluarkan didalam memek si Mbok:” masmas.kalau mas ntar klimax keluarin didalam memek Mbok aja Memek Mbok dah lama ga ngerasain semprotan sperma..pasti nikmat..!”

Akhirnya hari2 kulalui dengan secara rutin ngentot tante dan Mbok Fifi. Kalau Tante ga ada dirumah, biasanya tante arisan bulanan, ke fitness dan salon, aku pasti ngentot mbok Fifi, yg selalu stand by saat Tante pergi: “ mas tante pergi lho..sekitar 2 jam lagi biasanya baru pulang”, begitulah he..he.., aku langsung ngentot si mbok di dapur, di meja makan, di kamarnya, kamarku atau di di garasi, semauku saat ketemu mbok dimanapun. Aku merasakan bahwa memek mbok Fifi memang enak dan nikmat banget.

Suatu saat aku sedang gentot mbok Fifi di meja makan, tiba2 Tante datang lebih cepat dan saat itu aku sudah mencapai klimax, jadi pas tante masuk pas mbok triak2 klimax dan aku juga orgasme, jadi sama2 triak kenikmatan mencapai klimax, jadi tante denger dan langsung mergoki kami yang sedang entotan di meja makan. Tante tidak marah tapi cemberut dan diam sampai malam, dan 1 malam tidak minta di entot, akhirnya besok pagi aku minta maaf, akhirnya tante mengerti dgn alasanku bahwa aku sudah ga tahan sementara tante pergi, jadi aku ngentot mbok Fifi.

Gila juga Tante..akhirnya setiap minta di entot, ngajak mbok Fifi untuk threesome, akhirnya setiap ada kesempatan kami entotan threesome di sofa, kamar tante atau kamarku, kadang2 di kamar mbok Fifi. Setiap Threesome, aku paling suka saat kontolku dijilati tante dan mbok Fifi berebut, dan saat aku telentang si mbok naik turun diatas kontolku dengan memeknya ngentot kontolku sementara Tante jongkok di atas kepalaku dengan memeknya aku jilati (mereka bergantian posisinya), akhirnya terdengar suara triak2 nakal, genit dan birahi dari 2 wanita paruh baya merasakan kenikmatan kontolku dan jilatan lidahku di memek mereka.

Begitu juga saat Mbak Shinta pulang ke Jogja (biasanya hanya 2 hari), Tante sering jalan
dengan Mbak Shinta, maka Mbok Fifi saja yang rutin entotan denganku. Terpikir juga olehku pengen ngentot Mbak Shinta yang tomboy, tapi ayu cantik tinggi dan bokongnya huh. Bongsor banget. Ga dapet Mbak Shinta ga apa2..toh sudah rutin ngentot ibunya he..he..serta bonus mbok Fifi!

Waktu berjalan hampir 1 tahun, kegiatan praktikum di kampus semakin padat dan aku lebih banyak di kampus, jadi ngentot tante & mbok lebih sering dilakukan malam hari saja. Tapi tante sudah mengeluh: “ Hen Tante ga tahan..kamu jarang ngentot tante lagi, kamu setuju ga 3 kamar tolong dicarikan temen2 kuliahmu, biar tante ada temen kalau kamu sibuk”. Begitu juga Mbok Fifi: “ Mas Hendi ga kasihan sama tante apa..mbok juga nie gara2 Mas Hendi..Mbok sudah ketagihan kontol Mas nie tapi Mas Hendi jarang dirumah..jadinya Mbok dan Tante sering gantian pakai dildonya Tante..”

Aku lama juga berpikir, kalau ada temen2ku disini kos, berarti ntar yg ngentotin tante dan mbok Tini jadi mereka, lha aku ntar ga dipake tante lagi.!Tapi tante sudah mendesak-desak terus :” temen2mu bagaimana Hen..ada ga yg mau kos..!, jangan sampai tante ntar cari Gigolo lho Hen..” kasihan juga tante, dan aku ga rela kalau Tante harus di entotin Gigolo, trus mbok Tini ntar ikut2an.. ga rela aku! Lebih baik di entotin temen sendiri aja..!

Akhirnya aku dapat 3 temen kampus beda Fakultas. Mereka mau karena aku ceritakan bahwa ibu kos sama pembantunya siap untuk di entot setiap saat (aku tunjukkan photo Tante & Mbok Tini), wah..mereka bersedia secepatnya pindah Ke kos Tante Wahyu.
Akhirnya 3 temenku sudah kos dirumah Tante Wahyu, dan sudah bisa diduga setiap hari Tante digilir oleh mereka termasuk Mbok Fifi juga minta bagian di entotin kami ber 4. Jadi Tante dan Mbok Fifi setiap hari ga pernah kosong di entot, selalu ada saja yang siap mengentot Tante dan Mbok.
Laki-laki mana sih yang ga mau ngentot cewek gratis seperti Tante dan Mbok Fifi, yang sexy, bahenol, genit, cantik. Temen2ku jelas seneng banget bisa ngentot gratis Tante yang bahenol cantik meskipun sudah 46thn, mereka ga peduli, yang penting mendapatkan nimat dunia dengan Cuma2 dan suka sama suka.

Gilanya, tante pernah suatu saat minta di entot oleh kami ber 4 secara bersamaan..kami ber 4 sempat kaget juga, akhirnya kami entot Tante bersama-sama (Fivesome) bahkan jadinya Sixsome bersama Mbok Fifi, dan Tante secara rutin pengen melakukan Entotan rame2 (salome) spt itu, bisa Threesome, Foursome, Fivesome, Sixsome, tergantung siapa yang ada dirumah. Gila memang tante yang sudah usia 46 tahun masih haus sex dan tidak terkendali, sedangkan si Mbok Fifi yang janda juga ikut2an salome.

Dan itu berlangsung terus sampai 2 tahun, sampai saat Om Yudi kembali ke Jogjakarta lagi. Akhirnya dengan adanya Om Yudi, kami ber 4 sangat jarang ngentot tante lagi, karena Tante dilibatkan aktif mengelola usahanya Om Yudi yang lebih banyak ditempat usahanya, kasihan Tante pasti bête terus setiap hari, karena birahinya ga kesampaian seperti dulu lagi, kadang2 kami masih sempat ngentot tante salome, saat Om pulang malam. Yang masih bisa rutin dientot ya Mbok Fifi, dengan bangganya menjadi primadona, padahal aku perhatikan memeknya lama kelamaan sudah dower..he..he.. kemasukan banyak kontol.! Tapi Tante tetap konsisten meminta aku ngentot rutin setiap 2 hari sekali saat pagi subuh, Om ga pernah tahu, kami ngentot di gudang belakang yang kebetulan ada sofa nganggur. Temen2ku dan Mbok Fifi juga ga tahu.

Memasuki tahun ke 4, kami ber 4 sudah sibuk masing2 dan ke 3 temenku sudah jarang gentot Tante, apalagi Mbok Fifi. Aku yg masih sering ngentot Tante dan Mbok Fifi. Ternyata Tante & Mbok Tini tetap mengatakan kontolku yang enak dan Nikmat serta tahan lama.. hebat kan..!
Ke 3 temenku sudah bergantian pindah ke tempat kos lain, dan digantikan anak kos lain yg lebih junior. Aku tetap kos disitu karena Tante dan Mbok Tini tetap minta aku rutin ngentot mereka dan masih bertahan setiap ngentot pasti threesome, dan itu dilakukan saat Om Yudi pergi.

Salah satu anak kos yang baru orangnya ganteng tinggi besar indo, Ricky namanya, Tante juga minta di entot dia, aku bener2 cemburu deh. Habis Tante saat ada Ompun berani juga datang kekamar si Ricky untuk entotan, pdhl Om lagi diruang TV. Tapi akhirnya si Ricky hanya sebentar dan pindah ke tempat kos lain, mungkin ga tahan melayani Tante.

Waktu berjalan memasuki tahun ke 5, aku tetap sibuk kuliah, praktikum dan menyusun skripsi, sementara ngentot tante dan Mbok Fifi juga masih rutin meskipun ga stiap hari lagi, karena Om Yudi sering ada dirumah. Terlihat kecantikan dan kemolekan tante berkurang, nampak wajahnya ga bersih lagi, tp kelihatan kuyu serta tidak bersemangat, tapi masih hot juga setiap entotan denganku. Dan setiap entotan justru nampak kegairahan dan kecantikannya lebih bersinar, jadi mungkin Tante memang sangat mendambakan entotan secara rutin dari laki2 yang bisa memberikan multiorgasme, sehingga wajahnya jadi bisa lebih berseri, namun karena keterbatasan ada Om Yudi jadi ga kesampaian. Kasihan Tante Selly. Sementara aku juga semakin bosen pengen cari wanita lain, karena aku jadi ketagihan ngentot nie walaupun masih ada Mbok Fifi, yang juga kadang2 sdh ga bergairah lagi. Karena sdh tidak rutin lagi. Aku kepikiran pengen ngentot cewek lain selain Tante Selly dan Mbok Fifi.

Saat aku lulus kuliah dan selesai wisuda, kedua orangtuaku datang ke Jogja dan aku kenalkan dengan Tante & Om Yudi. Nampak biasa2 saja sih.. padahal Tante Selly yang usianya lebih tua dari ibuku, hampir setiap hari aku entot dengan suka sama suka. Ibu dan Bapakku jangan sampai tahu itu.
Sebagai salam perpisahan, Tante bikin kejutan: Aku diundang ke kumpulan arisan temen2 Tante Wahyu, mereka ber 5 (lima), ke 4 temen Tante usianya sekitar 40 – 45 thn. saat itu Tante sudah usia 50thn masih cantik tubuhnya berisi padat (mungkin karena rajin di entot dan nelan sperma, jadi awet muda), jadi Tante yg paling tua, tapi nampak jadi yang paling muda. Saat itu Om Yudi sedang dinas ke Jakarta dan Tante tidak ikut.

Kejutan itu adalah di rumah salah satu Tante tsb. aku hanya cowok sendiri berusia 24thn bersama 5 Tante2 usia diatas 40 thn. Pengamatanku, nampak ke 4 tante2 tsb adalah Tante2 yang kesepian dan tidak pernah puas sex dengan suaminya.

Tante Selly menceritakan kepada 4 temannya bahwa aku adalah cowok yang sering dia ceritakan bisa memberikan kepuasan Sex Tante Selly dan selalu memberikan multiorgasme yang gak pernah didapat dari suaminya, sehingga Tante diusianya yg 50th nampak lebih muda dibanding ke 4 temannya.
Aku bak piala bergilir yang dipindah-pindahkan ke berganti-ganti tangan. Ke 4 temen tante Wahyu langsung mengerubuti aku serta mengelus-ngelus kontolku, akhirnya aku sudah telanjang bulat didepan hadapan mereka yang ntah kapan merekapun sudah pada telanjang bulat. Aku hanya berpikiran akhirnya keinginanku tercapai bisa ngentot cewek lain selain Tante Selly dan Mbok Fifi.. he..he..!

Akhirnya aku tidur terlentang dikarpet ruang tamu dan tante bersama-sama 4 tante lainnya berebut menjilati kontolku serta di kulum-kulum serta di hisap2..bergantian dan berebutan, sehingga terdengar suara2 triakan2 genit dan nakal ke 5 tante arisan tsb. Aku merasakan lama2 bergairah dan terangsang dengan melihat 5 Tante2 cantik telanjang bulat dengan tetek2 yang besar2 padat dan memeknya ditumbuhi rambut2 kasar yang sangat lebat dan sangat berpengalaman menerima sodokan kontol ntah siapa saja selain suaminya.

Sebelum aku ikut Tante Selly ke rumah arisan tsb, tante memberikan pil biru ntah apa aku tidak tahu: “ Hen..ini diminum sekarang..biar kamu fit..” aku langsung meminumnya saat masih dirumah.
Rupanya ini sudah direncanakan Tante Selly.

Aku heran karena kontolku sudah dikulum-kulum ber jam-jam dan tante2 itu memasukan memeknya ke kontolku naik turun diatas tubuhku bergantian 5 tante, aku belum mencapai klimax juga, sementara tante yang lain juga minta dijilati memeknya dgn lidahku.
Jadi ke 5 tante tsb. masing2 sudah orgasme ber kali2 (multiorgasme), tapi aku belum juga, padahal sdh hampir 5 jam. Akhirnya aku ga tahan juga dan cepat2 menarik Tante Selly kutelentangkan dan aku posisi diatas menyodok2 Tante Selly berulang-ulang dengan cepatnya Tante Selly juga triak2 kenikmatan; “ Iya..iya..iya..trus..trus.. hen yang cpet..jangan stop..jangan stop hen. Ough..ough..hen..hen..hen trus..trus arghargh ..argh” Ayo ayo bu Selly..ayo bu Selly trus trus yang cepet hen..hen..yang cepet Bu Selly sudah hamper orgasme lagi, begitu Tante 2lain memberi dukungan entotan kami ber2.! “Ough..ough..Tante..hendi dah mw kaluar tante” Ok Hen Tante juga..aaahhhkk.aaaakkhh.aaarrrgghhoughough.ooouuhhh hen hen Tante sudah..tante sudah.kamuouh.! Rupanya Aku baru mau tante..belum keluar juga. Cepet2 tante mencabut kontolku dan menarik tante lain disuruh telentang Bu retno..sini gantian si hendi hampir nie belum keluar..kasihan dia..” Ok Bu Selly langsung bu retno telentang ngangkang dan aku langsung memasukkan kontolku ke memek Tante retno.. ough..oug hhen..hen nikmatnya trus trus hen yg cepet..tante kenikmatan nie..malah sudah pengen keluar..habis kontolmu enak banget..! Aku juga mau keluar Tantaakkhhaakkgghh.. tantetante..tante..aku keluar argh..argh” Tante juga Hen..kita keluar sama2.\: oughoughough..ough..argh/argharg..arg..aakkkhhakkhhgg” Crot..crot..crot..! Ouhhh..ough..oughspermamu terasa hangat di memek tante nikmatnya Hen..makasih ya,,Tante puas banget hari ini bisa orgasme sampai 5 kali, paling nikmat yg barusan kontolmu kapan2 tante boleh pake lagi kan..?

1 bulan terakhir sebelum aku kembali ke Bandung, ke 4 tante bergantian mencari aku untuk ngajak ngentot dirumah mereka masing2 aku digilir mereka bergantian, dan yang paling ketagihan adalah Tante Retno yang usianya 40thn punya anak 2, suaminya kerja di Jakarta dan seminggu sekali pulang Jogja, hampir setiap hari aku pulang kuliah Tante Retno sudah nunggu di depan rumah kosku: “ Hen bu Selly sudah kasih ijin kamu ikut dengan Tante kerumah Tante dah ga tahan Hen..!”. Kalau 3 Tante lain selama sebulan masing2 hanya 3 x ngentot denganku. Sementara ngentot Tante Selly dan Mbok Fifi kadang2 aja, Mbok Fifi akhir2 ini cemberut terus..cemburu kalee!

Itulah perpisahan terakhir dengan Tante Selly, Mbok Fifi dan 4 Tante temen arisan Tante Selly. Setelah itu aku langsung bekerja diluar Jawa s.d sekarang dan tidak pernah bertemu dengan mereka lagi. Pengalaman sex bersama mereka membuat aku jadi ketagihan ngentot meskipun aku sudah berkeluarga, yang akhirnya aku berpetualang dengan banyak wanita: mahasiswi, karyawati, SPG, ibu rumah tangga & janda yang kenalan di mall/ via sms chat/YM/facebook/Indonesiancupid; wanita karier partner kerja; teman kantor, istri teman/ tetangga, istri bosku, pembantu dan bahkan adik iparku sendiri. Kalau dihitung-hitung sudah ada sekitar 37 cewek yang pernah aku entot atas dasar suka sama suka, aku tidak pernah ngentot sama pelacur/PSK.

Pernah suatu saat secara tidak sengaja bertemu Mbak Shinta di Jakarta saat aku pindah kerja di
Jakarta, yang akhirnya bisa janji temu beberapa kali dan diakhiri dengan ngentot yang dulu pernah aku idamkan, saat itu dia sudah bersuami , sementara aku jugajuga sudah beristri, itupun dilanjutkan dgn pertemuan2 ngentot berikutnya selama 2 tahun, itu akan aku ceritakan next time bersama petualangan sex lainnya.
Share:

Rabu, 26 Juni 2019

perkosa Oleh Om ku Sendiri

perkosa Oleh Om ku Sendiri
perkosa Oleh Om ku Sendiri
Cerita Dewasa - Namaku Dewi, saat ini usiaku baru 17 tahun dan aku adalah anak kedua dari pasangan Menado-Sunda. Kulitku putih, tinggi sekitar 168 cm dan berat 50 kg. Rambutku panjang sebahu dan ukuran dada 36B. Dalam keluargaku, semua wanitanya rata-rata berbadan seperti aku, sehingga tidak seperti gadis-gadis lain yang mendambakan tubuh yang indah sampai rela berdiet ketat. Di keluarga kami justru makan apapun tetap segini-segini saja.

Suatu sore dalam perjalanan pulang sehabis latihan di sekolah, aku disuruh ayah mengantarkan surat-surat penting ke rumah temannya yang biasa dipanggil Om Yudi. Kebetulan rumahnya memang melewati rumah kami karena letaknya di kompleks yang sama di perumahan elit selatan Jakarta.

Om Yudi ini walau usianya sudah di akhir kepala 4, namun wajah dan gayanya masih seperti anak muda. Dari dulu diam-diam aku sedikit naksir padanya. Habis selain ganteng dan rambutnya sedikit beruban, badannya juga tinggi tegap dan hobinya berenang serta tenis. Ayah kenal dengannya sejak semasa kuliah dulu, oleh sebab itu kami lumayan dekat dengan keluarganya.

Kedua anaknya sedang kuliah di Amerika, sedang istrinya aktif di kegiatan sosial dan sering pergi ke pesta-pesta. Ibu sering diajak oleh si Tante Fanny, istri Om Yudi ini, namun ibu selalu menolak karena dia lebih senang di rumah.

Dengan diantar supir, aku sampai juga di rumahnya Om Yudi yang dari luar terlihat sederhana namun di dalam ada kolam renang dan kebun yang luas. Sejak kecil aku sudah sering ke sini, namun baru kali ini aku datang sendiri tanpa ayah atau ibuku. Masih dengan seragam sekolah, aku memencet bel pintu rumahnya sambil membawa amplop besar titipan ayahku.

Ayah memang sedang ada bisnis dengan Om Yudi yang pengusaha kayu, maka akhir-akhir ini mereka giat saling mengontak satu sama lain. Karena ayah ada rapat yang tidak dapat ditunda, maka suratnya tidak dapat dia berikan sendiri.

Seorang pembantu wanita yang sudah lumayan tua keluar dari dalam dan membukakan pintu untukku. Sementara itu kusuruh supirku menungguku di luar.

Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang, Non. Tunggu saja di sini biar saya beritahu Tuan kalau Non sudah datang.”

“Makasih, Bi.” jawabku sambil duduk di sofa yang empuk.

Sudah 10 menit lebih menunggu, si bibi tidak muncul-muncul juga, begitu pula dengan Om Yudi. Karena bosan, aku jalan-jalan dan sampai di pintu yang ternyata menghubungkan rumah itu dengan halaman belakang dan kolam renangnya yang lumayan besar. Kubuka pintunya dan di tepi kolam kulihat Om Yudi yang sedang berdiri dan mengeringkan tubuh dengan handuk.

“Ooh..” pekikku dalam hati demi melihat tubuh atletisnya terutama bulu-bulu dadanya yang lebat, dan tonjolan di antara kedua pahanya.

Wajahku agak memerah karena mendadak aku jadi horny, dan payudaraku terasa gatal. Om Yudi menoleh dan melihatku berdiri terpaku dengan tatapan tolol, dia pun tertawa dan memanggilku untuk menghampirinya.

“Halo Dewi, apa kabar kamu..?” sapa Om Yudi hangat sambil memberikan sun di pipiku.
Aku pun balas sun dia walau kagok, “Oh, baik Om. Om sendiri apa kabar..?”
“Om baik-baik aja. Kamu baru pulang dari sekolah yah..?” tanya Om yudi sambil memandangku dari atas sampai ke bawah.

Tatapannya berhenti sebentar di dadaku yang membusung terbungkus seragam sekolah yang ketat, sedangkan aku sendiri hanya dapat tersenyum melihat tonjolan di celana renang Om Yudi yang ketat itu mengeras.

“Iya Om, baru pulang sekolah nie. Tante Fanny mana Om..?” ujarku basa-basi.
“Tante Fanny lagi ke Bali sama teman-temannya. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Yudi sambil memasang kimono di tubuhnya.

“Ooh..” jawabku dengan nada sedikit kecewa karena tidak dapat melihat tubuh atletis Om Yudi dengan leluasa lagi.

“Ke dapur yuk..!”
“Kamu mau minum apa Wi..?” tanya Om Yudi ketika kami sampai di dapur.
“Air putih aja Om, biar awet muda.” jawabku asal.

Sambil menunggu Om Yudi menuangkan air dingin ke gelas, aku pindah duduk ke atas meja di tengah-tengah dapurnya yang luas karena tidak ada bangku di dapurnya.
“Duduk di sini boleh yah Om..?” tanyaku sambil menyilangkan kaki kananku dan membiarkan paha putihku makin tinggi terlihat.

“Boleh kok Wi.” kata Om Yudi sambil mendekatiku dengan membawa gelas berisi air dingin.
Namun entah karena pandangannya terpaku pada cara dudukku yang menggoda itu atau memang beneran tidak sengaja, kakinya tersandung ujung keset yang berada di lantai dan Om Yudi pun limbung ke depan hingga menumpahkan isi gelas tadi ke baju dan rokku.
“Aaah..!” pekikku kaget, sedang kedua tangan Om Yudi langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

“Aduh.., begimana sih..? Om nggak sengaja Wi. Maaf yah, baju kamu jadi basah semua tuh. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Yudi sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan Bajuku.
Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Yudi yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka bajuku. Putingku tercetak semakin jelas di balik bajuku yang basah dan hembusan napasku yang memburu menerpa wajah Om Yudi
“Om.. udah Om..!” kataku lirih.

Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.

“Kamu cantik, Dewi..” ujarnya lembut.
Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. Aku refleks memejamkan mata dan Om Yudi kembali menciumku tapi sekarang lidahnya mencoba mendesak masuk ke dalam mulutku. Aku ingin menolak rasanya, tapi dorongan dari dalam tidak dapat berbohong. Aku balas melumat bibirnya dan tanganku meraih pundak Om Yudi, sedang tangannya sendiri meraba-raba pahaku dari dalam rokku yang makin terangkat hingga terlihat jelas celana dalam dan selangkanganku.

Ciumannya makin buas, dan kini Om Yudi turun ke leher dan menciumku di sana. Sambil berciuman, tanganku meraih pengikat kimono Om Yudi dan membukanya. Tanganku menelusuri dadanya yang bidang dan bulu-bulunya yang lebat, kemudian mengecupnya lembut. Sementara itu tangan Om yudi juga tidak mau kalah bergerak mengelus celana dalamku dari luar, kemudian ke atas lagi dan meremas payudaraku yang sudah gatal sedari tadi.

Aku melenguh agak keras dan Om Yudi pun makin giat meremas-remas dadaku yang montok itu. Perlahan dia melepaskan ciumannya dan aku membiarkan dia melepas kancing bajuku dari atas sampe kebawah. Kini aku duduk hanya mengenakan bra hitam dan rok sekolah. Om Yudi memandangku tidak berkedip. Kemudian dia bergerak cepat melumat kembali bibirku dan sambil french kissing, tangannya melepas kaitan bra-ku dari belakang dengan tangannya yang cekatan.

Kini dadaku benar-benar telanjang bulat. Aku masih merasa aneh karena baru kali ini aku telanjang dada di depan pria yang bukan pacarku. Om Yudi mulai meremas kedua payudaraku bergantian dan aku memilih untuk memejamkan mata dan menikmati saja. Tiba-tiba aku merasa putingku yang sudah tegang akibat nafsu itu menjadi basah, dan ternyata Om yudi sedang asyik menjilatnya dengan lidahnya yang panjang dan tebal. Uh.., jago sekali dia melumat, mencium, menarik-narik dan menghisap-hisap puting kiri dan kananku.

Tanpa kusadari, aku pun mengeluarkan erangan yang lumayan keras, dan itu malah semakin membuat Om Yudi bernafsu.

“Oom.. aah.. aah..!”
“Wi, kamu kok seksi banget sih..? Om suka banget sama badan kamu, bagus banget. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang.
“Ahh.., Om.. gelii..!” balasku dengan nada manja.

“Sshh.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Yudi’ aja ya, Wi. Kamu kan udah gede..” ujarnya.
“Iya deh, Om.” jawabku nakal dan Om Yudi pun sengaja memelintir kedua putingku lebih keras lagi.
“Eeeh..! Om.. eh Yudi.. geli aah..!” kataku sambil sedikit cemberut namun dia tidak menjawab malahan mencium bibirku mesra.

Entah kapan tepatnya, Om Yudi berhasil meloloskan rok dan celana dalam hitamku, yang pasti tahu-tahu aku sudah telanjang bulat di atas meja dapur itu dan Om Yudi sendiri sudah melepas celana renangnya, hanya tinggal memakai kimononya saja. Kini Om Yudi membungkuk dan jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah muda.

Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan mulai mengerjai klitorisku dari atas ke bawah dan begitu terus berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan.
“Aeeh.. uuh.. Yud.. aawh.. ehh..!”

Aku hanya dapat mengelus dan menjambak rambut Om Yudi dengan tangan kananku, sedang tangan kiriku berusaha berpegang pada atas meja untuk menopang tubuhku agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang.

Badanku terasa mengejang serta cairan vaginaku terasa mulai meleleh keluar dan Om Yudi pun menjilatinya dengan cepat sampai vaginaku terasa kering kembali. Badanku kemudian direbahkan di atas meja dan dibiarkannya kakiku menjuntai ke bawah, sedang Om Yudi melebarkan kedua kakinya dan siap-siap memasukkan penisnya yang besar dan sudah tegang dari tadi ke dalam vaginaku yang juga sudah tidak sabar ingin dimasuki olehnya.

Perlahan Om Yudi mendorong penisnya ke dalam vaginaku yang sempit dan penisnya mulai menggosok-gosok dinding vaginaku. Rasanya benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku hanya memejamkan mata dan menikmati semuanya.

“Aawww.. gede banget sih Yud..!” ujarku karena dari tadi Om Yudi belum berhasil juga memasukkan seluruh penisnya ke dalam vaginaku itu.
“Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina kamu juga sempitnya.. ampun deh..!”
Aku tersenyum sambil menahan gejolak nafsu yang sudah menggebu.
Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om Yudi berhasil masuk seluruhnya ke dalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai bergerak maju mundur. Makin lama gerakannya makin cepat dan terdengar Om
Yudi mengerang keenakan.
“Ah Wi.. enak Dewi.. aduuh..!”
“Iii.. iyaa.. Om.. enakk.. ngentott.. Om.. teruss.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.
Om Yudi tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Yudi semakin nafsu saja.
“Awwh.. awwh.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.

Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Yudi yang masih berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. Diputar begitu rasanya cairanku menetes ke sela-sela paha kami dan gesekannya benar-benar nikmat.

Kini posisiku membelakangi Om Yudi dan dia pun mulai menggenjot lagi dengan gaya doggie style. Badanku membungkuk ke depan, kedua payudara montokku menggantung bebas dan ikut berayun-ayun setiap kali pinggul Om Yudi maju mundur. Aku pun ikut memutar-mutar pinggul dan pantatku. Om Yudi mempercepat gerakannya sambil sesekali meremas gemas pantatku yang semok dan putih itu, kemudian berpindah ke depan dan mencari putingku yang sudah sangat tegang dari tadi.

“Awwh.. lebih keras Om.. pentilnya.. puterr..!” rintihku dan Om Yudi serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.
Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Yudi yang sedang merem melek keenakan. Gila rasanya tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om Yudi di mana-mana yang menggerayangi tubuhku.

Putingku diputar-putar makin keras sambil sesekali payudaraku diremas kuat. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya keluar masuk vaginaku makin cepat. Akhirnya orgasmeku mulai lagi. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Begitu juga dengan Om Yudi, akhirnya dia ejakulasi juga dan memuncratkan spermanya di dalam vaginaku yang hangat.

“Aaah.. Wiii..!” erangnya.
Om Yudi melepaskan penisnya dari dalam vaginaku dan aku berlutut lemas sambil bersandar di samping meja dapur dan mengatur napasku. Om Yudi duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.
“Sini Om..! Dewi bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar selangkangan Om Yudi.

Om Yudi hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. Setelah bersih, gantian Om Yudi yang menjilati selangkanganku, kemudian dia mengumpulkan pakaian seragam sekolahku yang berceceran di lantai dapur dan mengantarku ke kamar mandi.
Setelah mencuci vaginaku dan memakai seragamku kembali, aku keluar menemui Om Yudi yang ternyata sudah memakai kaos dan celana kulot, dan kami sama-sama tersenyum.
“Wi, Om minta maaf yah malah begini jadinya, kamu nggak menyesal kan..?” ujar Om Yudi sambil menarik diriku duduk di pangkuannya.

“Enggak Om, dari dulu Dewi emang senang sama Om, menurut Dewi Om itu temen ayah yang paling ganteng dan baik.” pujiku.
“Makasih ya Sayang, ingat kalau ada apa-apa jangan segan telpon Om yah..?” balasnya.
“Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”
“Iya Wi, kamu juga. Om aja nggak nyangka kamu bisa muasin Om kayak tadi.”
“He.. he.. he..” aku tersipu malu.
“Oh iya Om, ini titipannya ayah hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om Yudi.
“Iya, makasih ya Dewi sayang..” jawab Om Yudi sambil tangannya meraba pahaku lagi dari dalam rokku.
“Aah.. Om, Dewi musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepaskan diri dari Om Yudi.
Om Yudi pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang.

Di dalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya.

“Non, kok lama amat sih nganter amplop doang..? Ditahan dulu yah Non..?”
Sambil menahan tawa aku pun berkata, “Iya Pak, dikasih ‘wejangan’ pula..”
Supirku hanya dapat memandangku dari kaca spion dengan pandangan tidak mengerti dan aku hanya membalasnya dengan senyuman rahasia. He..he..he..
Share:

Rabu, 20 Maret 2019

TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES

TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES
TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES
Indobet7, Cerita Dewasa - Perkenalkan nama saya Aldo, disini saya akan menceritakan cerita sex pribadiku dengan istri pamanku. Ketika itu aku sedang liburan di kota yang dikenal sebagai kota kembang (Bandung). Saat itu disana aku bermalam dirumah Paman saya atau tepatnya adik dari Ibuku yang paling terakhir. Ibuku 6 bersaudara dan Ibuku adalah anak yang paling pertama. Ketika itu aku masih berusia 21 tahun dan pamanku berumur 33 tahun.

TETEH PEREMPUAN JUDES YANG SELALU BIKIN GEMES

Pamanku ini sudah berumah tangga, nama istrinya adalah Teteh Dewi yang berumur 28 tahun. Bila dilihat dari usia mereka berdua memang agak terlalu jauh selisih usianya. Teteh Dewi ini bisa dibilang seorang istri yang cantik dan mempunyai bentuk body yang kecil tetapi bohay. Asal pembaca tahu saja, pantat Teteh Aldo ini bebar-benar kencang dan semok, pokoknya mantep deh.

Ditambah lagi Teteh Aldo ini mempunyai pinggang yang singset atau sexy. Walaupun Teteh Aldo sudah menikah kurang lebih 2 tahun dengan pamanku, perutnya masih singset sekali para pembaca. Tapi maklum sih, karena sampai sekrang mereka belum dikaruniai seorang momongan. Oh iya, Teteh Aldo ini ada minusnya sih para pembaca, dia cantik namun judes sekali orangnya.

Teteh Dewi ini berasal dari keluarga yang sangat kaya raya, dia hanya 2 bersaudara. Teteh Dewi ini mempunyai adik perempuan yang bernama Nita, usia mita kira-kira 22 tahun, dan dia kuliah di salah satu universitas negri di bandung. Nita ini juga tiggal diruah Teteh Shinta. Selama aku berada dirumah Paman, hampir setiap hari Teteh Dewi mengomel padaku, tapi saya cuek aja.haha.

Sebenarya Teteh Dewi ini memang sangat tidak suka apabila aku menginap dirumahnya. Hal itu wajar aja sih, karena aku memang termasuk anak yang nakal dan bandel, hehe.

Dalam usiaku yang masih 21 tahun, jika dilihat dari postur tubuh, aku memang terlihat dewasa, karena aku mempunyai tinggi badan 176cm, berat badan 70 kg dan tubuhku juga proposional. Oh iya para pembaca, aku ini dari keluarga yang bisa dikatakan keluarga tidak mampu, maka dari itu Teteh Dewi selalu saja mencurigai aku, jika aku sering menerima uang dari pamanku. Pada kenyataanya pamanku sangat jarang memberi aku uang, mungkin saja dia takut dengan istrinya yang judes itu.
Saat ini aku menginap di rumah mereka, sebenarnya karena terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di Bandung dan Ibu saya memberitahukan kepada Paman saya yang memaksa aku tinggal dirumah mereka. Singakt cerita, Hari ini entah mengapa aku merasa bosan sekali. Mungkin saja kebosananku ini berasal dari Teteh Dewi yang selalu menunjukan muka cemberut terhadap saya.

Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, paman sudah pergi kekantor, Nita adik Teteh Dewi sedang pergi kuliah, Bik Saroh sedang pergi ke pasar, dan Teteh Dewi katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi, dengan nada yang setengah membentak, Teteh Dewi menyuruh aku menjaga rumah. Dalam fikiranku saat itu dari pada boring, mendingan aku nonton BF aja di kamar.

Mulailah TV kunyalakan, kuambil kaset porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta celana dalam-ku sendiri. Kejantanan saya yang sedari tadi sudah tegak, lalu kukocok perlahan.
Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam kejantananku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau Klimaks, tiba-tiba?

? Aldo? apa yang kamu lakukan!!?, ucap seseorang.

Setelah aku terdiam sejenak, ternyata suara itu adalah suara seseorang seperti yang aku kenal yaitu teteh Dewi. Lalu,

? E? eee? nggak lagi ngapa-ngapain Teh? ?, jawabku terbata-bata.

Sungguh saat itu aku kaget dan sangat bingung harus berbuat apa. Aku tidak mengira kalau Teteh Dewi yang tadi katanya pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati Teteh Dewi yang cantik tapi judes itu. Saat itu Teteh Dewi yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata yang melihat keadaanku yang telanjang bulat.

Ditambah lagi kejantananku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh Teteh Dewi yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas.

Sehingga saat itu Teteh Dewi hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak mendongak keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi. Seketika saat itu badan Teteh Dewi mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aku lakukan itu.

Sesaat kemudian dia mulai memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas, lalu teteh Dewi berkata,

Aldo? jangan kurang ajar ya? berani benar kau ini? ingat, Do? Aku ini istri Paman kamu? !!! Cepat lepas? nanti kulaporkan kau ke Paman kamu? ?, teriak Teteh Dewi dengan suara garang mencoba mengancamku.

Aku tak lagi peduli, salah Teteh Dewi sendiri sih, orang mau Klimaks kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua buah dada-nya walaupun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai Teteh Dewi menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu.

Saat itu ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajarkan sopan santun padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku. Saat itu Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara Teteh Dewi terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki.

Saat itu entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meremas-remas seluruh tubuhnya sambil terus mencium bibirnya dengan liarnya. Saat itu dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi, dengan badan yang atletis dan berotot.

Hal ini membuat teteh Dewi tidak berdaya, karena postur tubuh teteh Dewi yang mungil. Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari Teteh Dewi, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Karena saat itu aku merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari Teteh Dewi, aku mulai mengosok-gosokan kejantananku pada perutnya.

Setelah itu aku meraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke kejantananku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok kejantananku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya. Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju Teteh Dewi, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku.

Namun semua itu percuma saja, tangan kanan mengunci kedua tangannya dan tanganku yang kiri membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya. Hal itu secara tidak langsung mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan Bra-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke buah dada Teteh Dewi yang padat berisi?

Aldooooo? aaammmpuun? Dooooo? iiingaaattttt? Aldoooo? !!!?, ucapnya.

Belum selesai dia berbicara, aku-pun mencium dan melumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kewanitaan-nya yang masih tertutup celana dalam mungilnya itu.

? Doooooooo? Oughhhh? Aghhhhh? Ssssss? Aghhhhh? Aldooooo? ?, desah Teteh Dewi.

Akibat perlakuanku itu, kayaknya Teteh Dewi mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh Teteh Dewi bergetar dengan kuat dan?
Aghhhhh? Aldooooo? ja? jangaaannn? Aldoooo? ? iiii? ngaaaatttt? Oughhhh? aghhhhh? aghhhhh??, desahnya meronta.

Pada akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat, serta kedua tangannya mendekap tubuhku dan,
? Syurrrrrr? Syurrrrrr? Syurrrrrr? Syurrrrrr??, akhirnya cairan kewanitaan Teteh Dewi membasahi celana dan jemariku.

Setelah masa Klimaksnya berlalu, terasa badan Teteh Dewi melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai Klimaks itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah.

Kami terdiam sejenak, sementara tubuh Teteh Dewi bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik Teteh Dewi masih menggenggam kejantananku yang masih tegak mengacung. Akhirnya secara perlahan-lahan kepala Teteh Dewi menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku.

Sehingga saat itu menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya?

Oughhhhh? Aldooo, apa yang kau perbuat pada Tetehmu ini? ? ??????,

Maafkan Aldo Teteh? Aldo lupa diri? abis Teteh tadi masuk tiba-tiba selagi Aldo akan mencapai klimaks? salah Teteh sendiri sihhh? ? lagi pula? Teteh amat cantik sihhh? !!!!!!?, ucapku mencari-cari alasan sekenanya.

Sekarang kayaknya Teteh Dewi sudah pasrah dan sambil tanganya masih menggenggam kejantananku katanya lagi?

Aldoooo? punya kamu gede amat yaaaa? ????. Punya Paman kamu nggak sampai segede ini? !!?, ucap teteh mulai menggoda.

Teteh bisa aja deh? memangnya benar ya Teh ? ?, jawabku.

Memang sih, kejantanan-ku panjangnya 17cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini. Jemari lentik Teteh Dewi yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan kejantananku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan Teteh Dewi tak mau lepas dari situ.

Teh? kok diiiii? dii? diemin aja, dikocok dong, Teh? biar
enaaakkk? !!!! ?, ucapku.

Dasar kamu Do, bawaanya keburu nafsu aja? Aghhhh? ?, ucap Teteh.

Lalu dengan perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu Teteh Dewi, sehingga tubuh Teteh Dewi berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua tangannya segera menggenggam kejantananku dan kemudian Teteh Dewi mulai menjilati kepala kejantananku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut Teteh Dewi.

Dijilatnya seluruh batang kejantananku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidahnya. Dikocoknya kejantananku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya setengahnya saja yang dapat masuk ke mulut Teteh Dewi. Kurasakan dinding tenggorokan Teteh Dewi menyentuh kepala kejantananku.

Sungguh sensasi sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga Teteh Dewi mengulum kejantananku. Kurasakan batang kejantananku mulai membesar dan makin mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. Merasa aku akan keluar, Teteh Dewi semakin cepat mengocok batang kejantananku.

? Tehhhh? Aghhhh? Oughhh? Aldo mau keluar nih? ? Aghhhh? ?, ucapku.

Tidak lama setelah berkata seperti itu pada akhirnya

? Crotttt? Crotttt? Crotttt? ?

Tersemburlah cairan itu dalam ejantananku, saat itu spermaku diminum, dan dijilati semua sisa-sisa spermaku, sampi-sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi kejantananku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi Melihat itu, Teteh Dewi mencium-cium kepala kejantananku dan menjilat-jilatnya hingga bersih.

Kemudian kutarik berdiri tubuh Teteh Dewi dan kudorong ke tempat tidur, sehingga Teteh Dewi terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, sehingga sekarang Teteh Dewi terlentang diatas tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam keadaan telanjang bulat. Teteh Dewi hanya menatap aku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah.

Lalu aku naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan aku berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos. Kupegang batang kejantananku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kewanitaan-nya, sambil kutekan-tekan pelahan.

Karena merasakan gesekan-gesekan lembut kewanitaan Teteh Dewi, kejantananku mulai mengeras kembali. Lalu aku mulai meraih tangan Teteh Dewi dan ku tempatkan pada batang kejantananku. Dengan segera digengamnya kejantananku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala kejantananku perlahan-lahan mulai masuk.

Sedikit demi sedikit kejantananku mulai masuk ke liang kewanitaan-nya Teteh Dewi. Terasa liang kewanitaan Teteh Dewi sangat sempit mencengkeram batang kejantananku. Dinding kewanitaan Teteh membungkus rapat batang kejantananku, kutekan lagi dan tubuh Teteh Dewi menggeliat?

Oughhhhhh? Aldooo? bee? besar sekali kontol kamu? pe? pelan-pelan? Aldooo? Oughhh??, ucapnya.

Teteh Dewi merintih perlahan. Secara pelan dan hati-hati aku menekan batang kejantananku makin dalam, terasa jepitan kuat dinding kemaluan Teteh Dewi yang menjepit rapat batang kejantananku. Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini,

Tehhhhh? ? Oughhh? enak Teh? Ssss? Aghhhhh??, desahku.

Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, Teteh Dewi memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini terlentang pasrah dibawahku.

Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga kejantananku terbenam makin dalam keliang kewanitaannya, dalam-dalam, lalu ujung kepala kejantananku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh Teteh Dewi mengejang ketika aku mencoba menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya memompa keluar masuk. dan ku tempatkan pada batang kejantananku. Dengan segera digengamnya kejantananku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala kejantananku perlahan-lahan mulai masuk.

Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha Teteh Dewi terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam dasar liang kewanitaannya. Aku dapat melihat buah dada Teteh Dewi bergerak-gerak.
Payudara teteh saat itu bergerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk kejantananku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat. Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan Teteh Dewi dengan kuat menyedot kejantananku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kewanitaan Teteh Dewi menjepit kejantananku.

Kulihat wajah Teteh Dewi nampak makin memerah menahan Klimaks keduanya yang akan melandanya sebentar lagi,

Aaaaaaddduuuuuhhhhh? Aldoooo? Aaaagggghhhhhh? Oouggg? hhaa? hhaa? Aldoo ? Teteh Mau
keluar lagi ni Aldooo? Aghhhh? ?, desahnya menuju klimaks.

Dan tidak lama setelah itu,

? Syurrr? Syurrr? Syurrr? Syurrr? ?,

Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi kejantananku. Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu Teteh Dewi menjerit-jerit kesakitan.

Meskipun liang kewanitaan Teteh Dewi telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran kejantananku yang besar. Tak kuhiraukan lagi suara Teteh Dewi yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku.

Kurasakan otot-otot kejantananku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang kejantananku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan Teteh Dewi akhirnya meruntuhkan pertahananku.
Sssss? Tehhhh? Oughhh? ?, desahku.

Keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan,

Crotttt? Crotttt? Crotttt? ?,

Terseemburlah spermaku menyemprot dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam liang kewanitaan Teteh Dewi, kemudian badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi Teteh Dewi. Sementara kuubiarkan kejantananku tetap didalam kemaluan Teteh Dewi untuk merasakan sisa-sisa Klimaksku. Kurasakan kemaluan Teteh Dewi tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi.
Teh, terima kasih ya udah mau puasin Aldo ?, ucapku dengan manja.

Dasar kamu Do, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak Teteh kamu sendiri kamu perkosa juga? !!!!?, ucapnya manja.

Iiihhhhh? Teteh? tapi Teteh senang juga? kaannnn ? ?????

Iya? siiihhh? !!!!!?, kata Teteh Dewi malu-malu.

Singkat cerita semenjak kejadian skandal itu, sikap Teteh Dewi terhadapku berubah 360 derajat, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan Paman dan adik Teteh Dewi. Aku dan Teteh Shinta sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap Teteh Dewi, apalagi Teteh Dewi melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati. Selesai.
Share:

Seks Dengan Adik Sahabatku

Seks Dengan Adik Sahabatku
Seks Dengan Adik Sahabatku
Indobet7, Cerita Dewasa - Sebut saja namaku Jack. Disekolah si aku tergolong cowok yang ganteng dan digemari para cewek. Mengapa tidak, aku yang tingginya 175cm, hidung mancung, kulit putih,trus pandai bermain Basket. Pada waktu itu aku sangat dekat dengan teman aku sebut saja namanya Vincent. Kami berteman sangat dekat sekali.

Karena kami berteman dari kami masih SMP sampai SMA pun kami bersamasama. Suatu hari aku bermain kerumahnya Vicent. Sesampai di rumah Vicent aku di kejutkan oleh sesosok cewek cantik yang tidak lain adalah adik temanku Vicent. Sebut saja namanya Putri. pada saat itu Putri terlihat sangat manis sekali. karena pakaian yang di kenakannya terlalu minim,dan kebetulan sekali Putri pada saat itu Indah sedang membersihkan halaman rumah. Kuperhatikan mukanya yang manis,putih, tinggi mungkin 160cm. bisa di katakan Putri adalah cewek tercantik di sekolahnya. Sejenak kuperhatikan buah dadanya yang montok dan bodynya yang aduhai montok itu yang membuat nafasku tak beraturan.

Pada saat itu aku sangat kaget saat melihat Putri. karena setiap kali aku bermain ke rumahnya Vincent jarang sekali aku melihat Putri. pada saat itu Putri berumur 14 tahun. pada saat aku masuk rumah Vincent, Putri menegurku.
eh kakak Jack sejenak aku terdiam, dan berfikir dalam hati
tumben tumbennya Putri menegurku aku pun membalasnya
eh Putri, Vincentnya ada nga?
oh kakak, ada tuh di dalam sedang mandi mungkin. bentar ya Putri panggilin. Kakak Jack duduk aja dulu di teras. aku pun langsung duduk diteras. Tibatiba Putri keluar
Kakak Jack bentar ya,kakakku lagi mandi tuh. Katanya aku temenin kakak Jack dulu.

Akupun sangat senang, mengapa tidak, aku bisa mengobrol dengan adik teman aku yang cantik. aku pun mulai memperhatikan Putri dari ujung kakinya sampai kepalanya. Memang cantik benar adik temanku ini gumamku. kulitnya yang mulus dan putih, terus aku pun melihat pahanya yang putih semakin membuat nafasku tak beraturan. Tiba-tiba Putri tersenyum dan menegurku.

Kakak Jack kenapa? kok lihatin Putri trus..? aku pun kaget lalu kujawab saja dengan nada yang kecil
oh itu soalnya Putri cantik sih. trus Putri sekarang udah kelas berapa? Putri pun menjawabnya kelas 3 SMP ka.
oh kelas 3 SMP ya.! kami berdua pun mengobrol sampai akhirnya Vincent pun keluar.
Oi Jack maap yah lama soalnya air kerannya macet jadi harus ngambil air di tetangga ni. dengan sedikit kesal sih,aku pun menjawab
nga apaapa soalnya kan ada adik kamu tuh yang temanin aku ngobrol.
Kami berdua pun berangkat karena kami harus menghadiri acara ulang tahunnya temen sekelas kami. Tapi aku sangat sedikit menyesal. Karena kapan lagi aku bisa mengobrol sama adik temanku ini. Pada suatu hari akhirnya aku bisa mengobrol sama adik temanku dan dimulai dari situlah kejadiannya..

Pada saat itu aku berencana pergi ke rumah Vincent mau bikin tugas,karena sudah kelas 3 jadi tugas yang diberikan sangatlah banyak. Jadi aku berencana untuk membuat tugas dirumahnya Vincent. Sesampainya di rumah Vincent, akupun mengetuk pintu rumahnya. Yang keluar ternyata adiknya Vincent yaitu Putri. Kulihat Putri yang sedang memakai celana pendek dan baju yang hanya se utas tali. ketika kutanya tentang Vincent dan tujuanku kerumahnya. Vincentnya nga ada, kebetulan sekali,pada saat itu orang tua Vincent sedang keluar kota untuk urusan bisnis,sedangkan Vincent sedang keluar sama pacarnya.

Akupun langsung menghubungi Vincent. Dan ternyata Vincent pulangnya sedikit kemalaman. sedangkan pada waktu itu jam masih menunjukkan pukul 15:30. Vincent menyuruh adiknya untuk menemani aku sampai Vincent pulang dari kencannya. Adiknya hanya setuju-setuju saja.
Akupun disuruh masuk sama Putri,karena berhubung Putri lagi sedang menonton Film Korea. Akupun menemani Putri menonton Film Korea. Tiba-tiba dalam film tersebut ada adegan saling berciuman. Serentak Putri pun malu. Trus waktu aku melihat mukanya yang merah, aku pun langsung mengajak ngobrol.

Putri pernah ciuman enggak seperti di film itu.? kulihat wajahnya tambah merah, bisa dikatakan seperti kepiting rebus. Putri pun hanya menggelengkan kepala. Akupun senang mengetahuinya. Kulihat bibirnya yang berwarna merah muda, yang keliatan sekali masih belum di sentuh oleh laki-laki lain. akupun coba memancing untuk mengetahui apakah Putri mau ciuman denganku atau tidak, jika tidak aku akan pasrah dengan keaadan ini.

Putri mau ga coba ciuman kek di film? Wajah Indah memerah, dan hanya berkata,"Malu kak,soalnya Putri nga pernah Ciuman". Akupun kebingungan, aku pun mencoba mendekati Indah perlahanlahan. Kemudian aku membisikkan ketelinganya, ga usah malu kan cuman kita berdua. kakak kamu kan sedang pergi,sedangkan orang tua kamu sedang keluar kota.

Kemudian kudekapkan bibirku kebibir Putri. kupikir Putri bakalan menjauhin bibirnya, ternyata tidak malahan Putri membalas ciuman saya.tak disangka bibirnya Putri halus trus lembut juga. kami berduapun saling berciuman selama kurang lebih 10 menit. Tiba-tiba nga di sengaja Putri menyentuh anuku yang sedang lagi dalam keadaan tegak lurus ke atas. Sontak Putri kaget karena menyentuh anuku. Gimana anuku ga mau tegap melihat Putri yang begitu seksi dan bibirnya yang lembut.

Maaf kak, Putri nga sengaja beneran kok akupun menjawab dengan nada yang sopan oh nga apa-apa kok Aku pun berpikir bagaimana caranya agar Putri bisa menyentuh lagi dan memainkan anuku ini. Aku pun memberanikan diri, Putri mau coba pegang anuku ga.?

Wah tidak disangka Putri tidak menolaknya aku pun langsung membuka celanaku. kulihat Putri sedikit malu dan kaget dengan menutup setengah wajahnya karena melihat anuku yang berukuran 20Cm dan berdiameter 5cm. Kemudian akupun mengambil tangannya dan menyentuhnya ke anuku. Wah serasa di surga. mengapa Tidak, ternyata bukan cuma bibirnya saja yang lembut dan halus, tapi tangannya juga. kulihat Putri sedikit keasikan memainkan anuku. Kemudian sambil Putri memainkan anuku, aku mencium bibirnya kembali.

Aku pun sedikit-sedikit coba menyentuh dadanya yang menonjol. Kemudian aku pun coba memasukkan tanganku kedalam bajunya dan ternyata Putri tidak memakai Bra. Waktu kuremas buah dadanya udah mengeras yang tandanya Putri pun menikmatinya. Tak dihitung lagi aku langsung memainkan buah dadanya yg berukuran sekitar 34 A. Dan juga tak Lupa aku memainkan putingnya yang masih mekar itu.
Ah Ah Ah.. Ah. enak ka Ah Ah Kulihat Putri semakin keenakan.. akupun langsung membuka bajunya. kali ini aku melihat sesuatu yang sangat di luar pikiran saya. yaitu putingnya yang masih berwarna merah muda yang pengen sekali aku melumatnya. Akupun tak menyianyiakan kesempatan yang begitu beruntung ini.

Putri coba donk, masukkan ke mulut
takut kak, takut kenapa..?..
Nga apaapa, dah to dicoba dulu pintaku
Rasanya gimana kak ? tanyanya
Dah to di coba nanti kan tahu rasanya ..

Lalu dengan sedikit ragu dia mengarahkan ujung anuku ke mulutnya, mula-mula bibirnya yang lembut itu menempel di ujung anuku, kemudian dia membuka sedikit bibirnya lalu kepala anuku sudah masuk ke mulutnya, lalu dilepas lagi dan Putri pun berkata."kok asin ya rasa kak tanyanya", Iya nga apa-apa memang rasanya begitu. Selanjutnya dimasukkannya lagi penisku ke mulutnya sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan aku membantu mendorong agar anuku bisa masuk semua di mulutnya. Lalu ku gerak-gerakkan sehingga anuku maju mundur di mulutnya, dan dia juga mulai mengimbangi dengan memaju mundurkan mulutnya.

Putri enak sekali, indah aku merasa keenakan anuku di emut Putri ketika ujung anuku berada di bibirnya, Putri disedot dong anunya. aku meminta dia untuk menyedot dan ternyata walaupun belum pengalaman sedotannya enak sekali

Pada saat itu akupun pengen ngerasain vaginanya..karena aku belum pernah melihat yang real.. biasanya aku melihat yang begituan lewat internet atau nga lewat DVD or Hp teman. akupun coba memasukkan tanganku ke celana mininya. dan tak disangka ternyata waktu aku menyentuh Vaginanya sudah basah. Itu pertanda Putri menikmati nya selama ini.. Akupun langsung membuka Celananya..setelah aku membuka celananya, terlihat jelas Cd nya yg sudah basah. Tak kusiasiakan kesempatan ini.. aku langsung membuka Cdnya.

Yang tampak disana adalah vagina yang halus dan basah. akupun coba memasukkan jari telunjukku ke vaginanya. tak disangka,ternyata Putri masih perawan tulen, takkan kubiarkan keperawanannya di ambil orang lain. kemudian aku coba memainkan jari telunjukku ke lobang vaginanya.

Ah. sakit ka.. ah.. ah sakit.. ka..

Akupun makin bersemangat memainkan jari telunjukku. Aku hanya diam sambil mempercepat sedotan mulut dan gesekkan jari tanganku di kedua daerah sensitifnya, lalu. Ahhh. ahhh. mmmmmhgh. secara tiba-tiba Indah mengejang sambil tubuhnya terangkat tinggi keatas,yang tandanya Putri mau Orgasme. Akupun dengan cepatnya menggoyangkan tanganku.

Tiba-tiba Putri Orgasme. Itu kurasakan karena ada sesuatu cairan yang panas. Putri kamu orgasme ya? Putri pun menjawab dengan wajah yang malu, ia kak aku orgasme, makasih ya ka.!!kulihat Putri mulai lemas. ketika aku melihat Putri orgasme akupun ingin orgasme juga tapi aku ingin merasakan vaginanya.. Putri kamu kan udah orgasme,kak belum ni.

Putri maukan bantu kakak orgasme? ia kak nanti Putri bantu..trus Putri musti ngapain..? mendengar itu akupun gembira nafasku lebih tak beraturan Aku pengen rasain anuku di masukin ke vagina Putri!!! bisa nga? takut sakit kak, tenang aja kakak nanti akan pelan-pelan kok. Akupun langsung menyuruh Putri bergaya Dogystyle. Pelan-pelan kumasukkan.. sedikit sulit untuk memasukkannya,karena Putri masih perawan jadi vaginanya masih tertutup lobang yang kecil..
Tapi karena vaginanya sudah basah, akupun coba-coba memasukkannya dengan perlahanlahan sampai masuk 1/3 anuku. Pada saat anuku masuk sepenuhnya,Kumulai mengenjotenjot vaginanya sampai vaginanya mengeluarkan darah bercampur maninya.

ah.. ah.. ah.. sakit.. ah sakit.. kak.. sakit cuman kata-kata itu yang kudengar keluar dari mulutnya. Mendengar suaranya yang lembut aku lebih cepat mengenjot vaginanya kemudian aku membaringkannya dengan kedua kakinya di dadaku.. akupun mulai mengenjotnya dengan cepat.. Tiba-tiba Putri menyempitkan kakinya yang pertanda Putri mau orgasme untuk yang kedua kali khaa,,, khaa.. Putri mau pipisss, ahh enak kha,,, tapi Putri mau pipis nhi. udah ga tahan kha Mendengar kata itu aku semakin bergairah dan mempercepat enjotan ku.

Sabar Put kita keluarin sama-sama, kha juga udah mau keluar nhi.. sabar yah.. mendengar itu Putri pun berusaha untuk menahan nya Akupun langsung mengenjotnya dengan cepat. Kha udah mau keluar ni.. Putri harus gimana..?
Putri juga udah mau keluar crott crottt crottt crottt kamipun orgasme bersamaan,tapi aku menumpahkannya di atas perut Putri.

Kemudian aku memeluk Putri sambil mencium keningnya.

Putri aku sayang sama kamu. Aku juga sayang sama kakak. sebenarnya aku sudah menyukai kakak waktu Indah kelas 1 SMP.. kami jadian pada saat itu. Setelah itu kami membersihkan diri kami masing-masing.. Tak berapa lama kakaknya Putri datang. Tapi kami berdua hanya diam-diam saja seperti tidak terjadi apapun. Karena berhubung orang tua Vincent nga ada,Vincent meminta aku untuk menemaninya tidur untuk malam ini.

Tanpa banyak basa basi aku langsung menerimanya.. Kulihat wajah Putri juga senang. Pada malam harinya waktu Vincent tidur aku menggunakan kesempatan dalam kesempitan.. Kami berdua pun melakukan kejadian yang serupa waktu sore tadi.
Share:

Featured Post

Pemain Termahal Dalam Sejarah Manchester City

Pemain Termahal Dalam Sejarah Manchester City Indobet7,News - Beberapa daftar pemain termahal dalam sejarah yang pernah d...

Labels

Popular Posts

Labels

Blog Archive