Sabtu, 30 Maret 2019

Amankah Suplemen yang Diminum Taylor Swift untuk Atasi Kecemasan?

Taylor Swift
Taylor Swift
Indobet7, News - Selain olahraga dan makan makanan sehat, suplemen menjadi salah satu asupan harian penting bagi orang-orang saat ini, tak terkecuali Taylor Swift. Pelantun Shake It Off itu bilang bahwa dia minum suplemen L-theanine untuk membantu mengatasi stres dan kecemasan.

Hmm… suplemen untuk bantu atasi stres dan kecemasan rasanya terdengar seperti obat penenang, ya. Namun, ternyata L-theanine tidaklah seburuk itu. Suplemen yang juga dijual di Indonesia ini adalah asam amino—senyawa organik yang digunakan untuk membentuk protein, yang membantu tubuh memecah makanan, memperbaiki jaringan, dan melakukan berbagai fungsi tubuh lainnya.

Menurut Liz Weinandy, ahli diet terdaftar di The Ohio State University, kandungan dalam suplemen itu sebenarnya bisa ditemukan dalam teh hijau dan beberapa jamur. Anda sebenarnya hanya perlu sering mengonsumsi keduanya jika ingin mengatasi stres dan kecemasan yang dialami.

(Sumber: amazon.com)
(Sumber: amazon.com)
Klaim Taylor yang menyebut L-theanine dikaitkan dengan penurunan kecemasan, sebenarnya juga cukup rumit dibuktikan. Secara keseluruhan, tidak ada satu penelitian besar yang dapat diandalkan untuk mengatakan bahwa suplemen itu pasti membantu mengatasi kecemasan.

"Mungkin bukti terbaik saat ini adalah L-theanine membantu memusatkan perhatian Anda tanpa menyebabkan kantuk. Namun, para ahli masih cemas jika orang-orang mengandalkan hal itu padahal belum ada cukup studi untuk mendukungnya,” ujar Jamie Alan, PhD, asisten profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Ingat bahwa suplemen itu tidak melewati saringan Food and Drug Administration (FDA) sebelum dijual bebas, jadi bisa sulit mengatakan kinerjanya benar-benar terbukti. Jika memang Anda ingin mengatasi stres dan kecemasan, seperti Taylor Swift, Liz menyarankan minum lebih banyak teh hijau dan makan lebih banyak jamur, yang dipastikan lebih sehat.

Cover: The Inquisitr

Artikel Asli
Share:

Akhirnya, Messi Akui Kehebatan Ronaldo

Messi sebut Ronaldo dan dirinya berada di level yang sama.
Messi sebut Ronaldo dan dirinya berada di level yang sama
Indobet7, News - Megabintang Barcelona, Lionel Messi, pada akhirnya mengakui kehebatan Cristiano Ronaldo. Messi menyebut megabintang Juventus itu memiliki level yang sama dengannya dan berada di atas pemain-pemain lain.

Messi mengakui bahwa ada banyak pemain hebat yang ada di sepakbola modern sekarang, seperti Neymar Junior, Kylian Mbappe, Luis Suarez dan Sergio Aguero. Namun, keempat pemain itu dinilai Messi belum ada yang menyamai capaian dari dirinya ataupun Ronaldo.

Lionel Messi (Foto: UEFA)
Lionel Messi (Foto: UEFA)
“Neymar, Mbappe, Hazard, Suarez, Kun –sapaan akrab Aguero. Semua dari mereka bisa menjadi yang terbaik di dunia. Oh, Cristiano (Ronaldo)? Saya tidak memasukkannya (ke daftar itu) dan menempatkannya bersama saya. Saya bersumpah!” ujar Messi, seperti yang dikutip dari Bleacher Report, Sabtu (30/3/2019).

Messi dan Ronaldo memang tak bisa dipisahkan dalam sepakbola modern. Prestasi kedua pemain itu selalu dibandingkan demi mencari yang terbaik. Akan tetapi, sulit untuk melakukan itu karena dari daftar trofi dan penghargaan individu yang dimiliki keduanya cukup berimbang.

Cristiano Ronaldo (Foto: Reuters)
Cristiano Ronaldo (Foto: Reuters)
Messi dan Ronaldo sama-sama lima kali memenangkan penghargaan Ballon dOr sebagai bukti pemain terbaik di dunia dalam sedekade terakhir. Hal itu menjadi fakta yang menyatakan keduanya memiliki kemampuan setara saat ini.

Messi pun mengakui hal itu karena keberadaan Ronaldo membuatnya memilki saingan yang sepadan dari sisi kemampuan ataupun prestasi. Tanpa Ronaldo maka Messi akan terlalu mendominasi sepakbola modern, begitupun sebaliknya.


Share:

Rabu, 27 Maret 2019

Dipeluk oleh Penggemar Cewek, Mohamed Salah Dimarahi oleh Ibunya

Mohamed Salah
Mohamed Salah
Indobet7, News - Baru-baru ini, salah satu pemain andalan Liverpool, Mohamed Salah diketahui menerima omelan dari sang ibu karena dirinya kedapatan dipeluk dengan sangat orang oleh salah satu penggemar cewek.

Seperti yang dikutip HAI dari Mirror, kejadian ini sendiri bermula saat pesepakbola berkebangsaan Mesir tersebut berlibur ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengisi kekosongan waktu saat kompetisi liga sedang libur karena jeda internasional.

Hingga akhirnya, Salah kemudian tertangkap kamera tengah dipeluk erat oleh salah satu fans cewek, yang kemudian fotonya mendadak menjadi viral di sejumlah media sosial.

Melihat foto anaknya yang tengah dipeluk penggemar cewek bertebaran di media sosial, Ibu dari mantan pemain AS Roma tersebut langsung meng-capture gambar itu sebelum akhirnya dikirim kepada Salah melalui WhatsApp.

"Kalau aku melihat ayahmu yang melakukan hal ini, aku akan langsung meminta cerai," tulis Ibu Mohamed Salah dengan menggunakan bahasa Arab.

Mendapatkan pesan tersebut, rekan satu tim Sadio Mane itu pun kemudian mengunggah isi chat yang diberikan ibunya kepada doi melalui Instagram Stories sambil menyematkan emoji tertawa terbahak-bahak.

Mohamed Salah
Mohamed Salah
Nah loh, kena omel kan jadinya! Tapi kalau menurut kalian apa yang dilakuin Mohamed Salah salah nggak sih sob? Atau itu cuma sebatas bentuk keramahan doi kepada para penggemarnya? (*)


Share:

Apakah MRT Jakarta Benar-Benar Bisa Tepat Waktu?

Rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia memasuki Depo Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (28/8/2018). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia memasuki Depo Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (28/8/2018). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Indobet7, News - Warga Jakarta dan sekitarnya masih euforia dengan kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) yang dianggap sebagai "peradaban baru" di ibu kota. MRT yang dilokalkan dengan istilah Moda Raya Terpadu memang menjanjikan prinsip ketepatan waktu layanan.

Di negara maju seperti Jepang, ketepatan waktu jadi hal yang wajib. Layanan kereta di Jepang sangat berkomitmen untuk urusan waktu. Saat rangkaian kereta MRT datang lebih awal saja publik justru komplain. Pada medio 2018, publik Jepang mengkritik operator JR-West Railway karena tiba lebih awal 25 detik.

“Ketidaknyamanan terhadap penumpang ini sebenarnya tidak dapat dibenarkan,” tegas pihak operator dikutip dari South China Morning Post.

Operator kereta rel Jepang sangat serius dengan ketepatan waktu, Jepang dikenal secara global sebagai negara dengan sistem rel kereta yang tepat waktu, tapi keterlambatan memang masih ada terutama saat jam-jam sibuk di Tokyo. Namun, Indonesia tetap perlu mencontoh dari Jepang soal MRT. Apalagi pendanaan, kontraktor, hingga rangkaian kereta, dan teknologi mengadopsi dari Jepang.

Perlu pembuktian memang, setelah 24 Maret 2019, Presiden Jokowi meresmikan MRT Jakarta dengan nama Ratangga. Ratangga bukan satu-satunya "MRT" di Jakarta. KRL Commuter Line yang mencakup Jabodetabek juga pada prinsipnya adalah berbasis MRT. Keduanya sama-sama menggunakan kereta rel listrik dan memiliki kapasitas angkut yang besar.

Secara umum, memang Ratangga dengan KRL ada perbedaan, antara lain dari aspek pengendalian. Ratangga didesain bisa beroperasi tanpa menggunakan masinis atau otomatis. Sementara KRL masih manual dengan kendali masinis.

Perbedaan lainnya adalah soal jalur rel. Untuk Ratangga, jalur rel yang dipakai hanya untuk Ratangga. Berbeda dengan KRL, setiap hari KRL harus bergantian dengan kereta api jarak jauh atau kereta api barang.

“Sebenarnya KRL itu MRT karena angkutan massal yang memakai kereta rel listrik. Hanya saja masih kurang rapid (cepat),” ujar Aditya Dwilaksana, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian DKI Jakarta kepada Tirto.   

Banyak halangan yang harus dihadapi KRL selama ini saat beroperasi. Misalnya, jalur rel yang digunakan KRL saja sampai dengan saat ini masih harus bergantian dengan moda kereta api lainnya.
Belum lagi, jalur rel KRL juga memotong jalan raya atau biasa disebut dengan perlintasan sebidang. Gara-gara perlintasan sebidang, masinis KRL harus mengurangi kecepatan, sehingga turut berdampak terhadap waktu tiba dan keberangkatan.

Selama ini KRL memang kerap dikeluhkan para penumpangnya. Keluhan yang sering terjadi adalah soal ketepatan waktu. Menurut jadwal, kereta KRL tiba di stasiun seharusnya setiap 5-10 menit. Namun kenyataannya seringkali meleset.

Anggota Commuter Line (CL) Mania Bimo Nugroho mengaku cukup sering merasakan KRL Jabodetabek yang waktu tibanya tidak tepat waktu. Rata-rata waktu keterlambatan sektiar 10-20 menit. Pernah juga merasakan terlambat sampai 45 menit atau 1 jam.

“Saya menjadi pengguna KRL sejak 2014 sampai sekarang. Dan saya lihat, memang semakin parah [terlambat]. Jadi bukan hal yang aneh lagi,” kata Bimo.

Infografik MRT vs KRL
Infografik MRT vs KRL

Pembuktian MRT Jakarta

Peluang untuk Ratangga bisa tepat waktu sangat tinggi. Apalagi, dua jalur rel yang digunakan Ratangga terbilang steril. Tidak berbagi jalur dengan kereta lainnya, dan juga tidak melintas sebidang dengan jalan raya.

Operator MRT, yakni PT MRT Jakarta optimistis MRT bisa dioperasikan secara tepat waktu. “Kami berkomitmen penuh agar MRT berjalan tepat waktu,” kata Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin kepada Tirto.

Sama hal seperti KRL, PT MRT Jakarta menargetkan waktu tiba kereta dari Bunderan HI sampai dengan Lebak Bulus mencapai 30 menit. Di setiap stasiun, kereta akan tiba setiap 5 menit sekali untuk jam sibuk, dan 10 menit sekali untuk jam tidak sibuk.

Untuk mengejar waktu 5 menit, jumlah rangkaian kereta yang dioperasikan mencapai 14 unit (1 unit=6 rangkaian gerbong). Sementara untuk mengejar waktu 10 menit, jumlah rangkaian kereta yang dipakai hanya sebanyak 7 unit. Adapun, MRT Jakarta menyiapkan dua unit cadangan.

Selain itu juga, jumlah rute MRT saat ini hanya ada rute Bunderan HI-Lebak Bulus dengan panjang 16 km, dan melewati 13 stasiun. Berbeda dengan KRL yang jaringan lebih jauh dan lebih kompleks.
Jumlah rute KRL saat ini mencapai lima rute dengan panjang jaringan hingga 418,5 km. Setiap hari, KRL melayani 79 stasiun di seluruh Jabodetabek, Banten dan Cikarang dengan kekuatan armada sebanyak 900 unit rangkaian kereta.

Saat beroperasi komersial mulai 1 April 2019 nanti, tak ada alasan bagi Ratangga untuk tak tepat waktu. Bila persoalan ketepatan waktu masih bermasalah, maka MRT Jakarta tak ada bedanya dengan KRL Commuter Line.

Baca juga artikel terkait MRT JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Ringkang Gumiwang 


Share:

Minggu, 24 Maret 2019

Posisi Tidur Memengaruhi Kebersihan Wajah

Posisi Tidur Memengaruhi Kebersihan Wajah
Posisi Tidur Memengaruhi Kebersihan Wajah
Indobet7, inspirasi - Rasanya produk perawatan wajah sudah rutin digunakan. Namun tetap saja, jerawat tak kunjung minggat.

Kalau sudah begini keadaannya, coba perhatikan bagaimana cara Anda tidur. Mungkin itu yang jadi penyebab jerawat tak kunjung hilang dari wajah.

Menurut Dr. Kiran Lohia, Dermatologis dari India, posisi tidur menentukan kesehatan kulit wajah. Sehingga jika sembarangan mengatur posisi tidur, bisa menyebabkan kulit wajah menjadi berjerawat dan keriput.

"Cara kita tidur benar-benar mencerminkan penampilan dan posisi kita dapat memengaruhi kulit," kata Lohia, dikutip Times of India.

Lohia bilang, tanda-tanda kerusakan kulit akibat salah posisi tidur bisa berupa mata bengkak dan jerawat pipi hanya di satu sisi wajah. Hal ini disebabkan wajah tertekan pada bantal ataupun alas kasur karena posisi tidur miring ke salah satu sisi saja.

Menurut Lohia, tidur telentang selalu merupakan cara yang baik untuk tidur. Dia juga menyarankan tidur mengunakan bantal untuk mempertahankan sudut kepala 20 sampai 30 derajat lebih tinggi dari kaki, memungkinkan drainase cairan tubuh yang lebih baik.

"Tidur telentang adalah posisi idea. Pertama, Anda tidak memberi banyak tekanan pada kulit wajah Anda. Sehingha lebih sedikit kontur wajah dan akan membuat kulit Anda lebih muda dan halus," katanya.

Sementara itu, dia bilang jangan memilih tidur miring atau tengkurap. Ini akan mendorong wajah menempel ke sarung bantal yang sangat mungkin dihinggapi bakteri penyenab jerawat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, tidur dengan posisi tengkurap juga menimbulkan masalah aliran pernapasan. Hal ini membuat terhalangnya folikel kulit yang menyebabkan pori-pori tersumbat.

"Sehingga kulit wajah sering timbul jerawat dan garis-garis," ungkap dia.

Meski begitu, dia bilang, mengatur posisi tidur memang sedikit sulit. Apalagi orang tak menyadari apa yang dilakukan saat tidur. Sehingga solusi terbaik adalah dengan membersihkan sarung bantal dan alas kasur secara rutin.

"Agar terhindar dari bakteri yang menyebabkan jerawat atau bahkan ruam wajah," ujar dia.


Share:

Sabtu, 23 Maret 2019

Heroik, Kisah 5 Tim Underdog yang Patahkan Prediksi dengan Jadi Juara

Indobet7,News - Bukti bahwa tak ada yang mustahil diraih jika gigih berusaha

Di dunia sepakbola, ada sebuah ungkapan terkenal yang berbunyi "bola itu bundar". Ungkapan tersebut mengandung arti bahwa tidak ada yang mustahil terjadi di sepakbola. Tim yang kuat tidak selalu memenuhi ekspektasi dengan jadi juara, seperti halnya tim yang dianggap lemah tidak selalu berakhir jadi pecundang.

Bahkan tidak hanya sekadar menghindari status pecundang, mereka yang tidak diunggulkan pun bisa menjungkirbalikkan prediksi dengan keluar sebagai juara. Setidaknya sudah ada 5 tim sejak milenium baru yang berhasil menorehkan pencapaian langka tersebut. Berikut kisah mereka.

1. FC Porto (Liga Champions 2003-04)
 FC Porto
FC Porto
Sebelum tahun 2004, FC Porto memang sudah pernah menjuarai Liga Champions Eropa pada tahun 1986-87. Bahkan di musim 2002-03 pun mereka sudah sempat unjuk gigi dengan menjuarai Piala UEFA. Tapi toh kedua kesuksesan itu tidak serta merta membuat anak asuh Jose Mourinho diunggulkan untuk memenangi Liga Champions 2003-04.

Namun sepakbola memang tidak bisa diterka semudah itu. Porto yang saat itu dimotori pemain-pemain lokal macam Ricardo Carvalho, Deco, dan Maniche justru mampu tampil gemilang. Mereka melaju hingga babak final dengan menyisihkan tim-tim yang lebih diunggulkan seperti Manchester United dan Lyon, serta mengandaskan tim kejutan lain Deportivo La Coruna di semifinal.

Liga Champions musim itu memang terbukti sarat kejutan, karena tim yang menantang Porto di babak final pun ternyata sama-sama berstatus underdog, yaitu AS Monaco. Namun Porto berhasil membuktikan bahwa merekalah kuda hitam yang paling tangguh dengan menumbangkan Monaco 3-0, sekaligus membangkitkan hasrat para penggemar untuk menunggu kejutan-kejutan berikutnya.

2. Timnas Yunani (Piala Eropa 2004)
Timnas Yunani
Timnas Yunani
Seolah terinspirasi kisah sukses Porto, timnas Yunani membuat sensasi di tahun itu juga dengan menjuarai Euro 2004. Padahal, sebelumnya mereka baru sekali tampil di Piala Eropa yaitu tahun 1980, itu pun hanya mentok di fase grup. Maka ketika Yunani berhasil lolos langsung dari babak kualifikasi sebagai juara grup, banyak orang mengira itu hanya kejutan sesaat.

Tapi siapa sangka, kejutan itu terus berlanjut di putaran final. Mengandalkan pertahanan rapat dan keterampilan memanfaatkan set piece, skuad Negeri Para Dewa sukses menyisihkan tim-tim yang lebih diunggulkan seperti Spanyol, Prancis, dan Republik Ceko hingga akhirnya mencapai babak final untuk menantang tuan rumah Portugal.

Dengan nyaris seisi stadion berada di pihak Portugal, keberuntungan Yunani tampaknya akan habis juga. Tapi lagi-lagi Angelos Charisteas dkk sukses membalikkan seluruh prediksi dan berhasil mengungguli Cristiano Ronaldo cs. Yunani menang 1-0 dan merebut trofi mayor mereka yang pertama sekaligus satu-satunya hingga saat ini.

3. Timnas Irak (Piala Asia 2007)
Timnas Irak
Timnas Irak
Sebelumnya, Irak tidak pernah menjadi juara turnamen yang lebih sering dikuasai Jepang, Arab Saudi, serta Iran tersebut. Apalagi dengan kondisi tanah air di mana ledakan bom sudah menjadi pemandangan sehari-hari, wajar jika tidak ada pengamat yang berani meramalkan Singa-singa Mesopotamia bakal keluar sebagai juara.

Namun Younis Mahmoud dkk tahu bahwa negeri yang menggilai sepakbola tersebut akan bersatu jika mereka sanggup memboyong trofi. Maka Irak dengan gagah berani terus melaju menyisihkan Thailand, Vietnam, Korea Selatan, dan akhirnya Arab Saudi di babak final. Berondong peluru pun kembali terdengar di Baghdad, bukan pertanda perang, melainkan perayaan kesuksesan Irak jadi tim terbaik Asia untuk kali pertama.

4. VfL Wolfsburg (Bundesliga 2008-09)
VfL Wolfsburg
VfL Wolfsburg
Jika mendengar nama Bundesliga Jerman, yang teringat biasanya hanya nama-nama klub seperti Bayern Munchen, Borussia Dortmund, atau Schalke 04. Mungkin tidak banyak yang tahu keberadaan VfL Wolfsburg, yang hanyalah klub semenjana di percaturan sepakbola Jerman. Namun tahukah kamu bahwa mereka pernah membuat kejutan besar dengan menjuarai Bundesliga 2008-09?

Ya, di bawah asuhan pelatih Felix Magath dan dimotori penyerang Edin Dzeko, Wolfsburg secara mengejutkan sukses menumbangkan dominasi juara bertahan Bayern Munchen yang waktu itu masih diperkuat Miroslav Klose, Bastian Schweinsteiger, dan Lukas Podolski. Wolfsburg bahkan sempat membantai Munchen 5-1, kekalahan terbesar bagi Munchen di Bundesliga musim itu.

Di akhir musim, Wolfsburg sukses meraih trofi berkat keunggulan 2 poin dari Munchen di peringkat kedua. Itulah trofi Bundesliga pertama sekaligus satu-satunya sepanjang sejarah klub yang berdiri tahun 1945 tersebut. Plus, duo penyerang mereka yaitu Grafite dan Edin Dzeko berhasil memuncaki daftar top skor dengan masing-masing 28 dan 26 gol. Luar biasa.

5. Leicester City (Premier League 2015-16)
 Leicester City
Leicester City
Dari semua kisah tim underdog yang jadi juara, kisah Leicester City pada musim Premier League 2015-16 bisa dibilang paling luar biasa. Betapa tidak, saat itu mereka sama sekali belum pernah meraih trofi bergengsi. Mereka juga baru kembali promosi ke Premier League semusim sebelumnya, yang mereka tutup di posisi 14 dengan hanya selisih 3 poin dari zona degradasi.

Sudah begitu, mereka bermain di Premier League, salah satu liga terketat di dunia, yang dipenuhi tim-tim dengan kekuatan finansial fantastis. Sementara skuad asuhan Claudio Ranieri hanya bermaterikan pemain-pemain murah yang saat itu belum memiliki nama besar. Siapa yang cukup gila untuk meramalkan tim seperti itu bakal jadi juara?

Namun sekali lagi, sepakbola memang tidak bisa ditebak semudah itu. The Foxes tanpa diduga sanggup melesat sendirian ke tangga juara. Mereka bahkan sudah dipastikan meraih mahkota juara saat masih punya 2 laga sisa. Unggul 10 poin dari peringkat kedua, Leicester pun mengukir keajaiban yang disebut striker Jamie Vardy sebagai peristiwa sekali dalam 5000 tahun, yang mungkin takkan pernah terulang lagi.

Itulah 5 tim yang pernah mengukir sejarah dengan menjadi juara meskipun sama sekali tidak diunggulkan. Kisah mereka menegaskan fakta bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini, dan mengandung pelajaran berharga bagi kita untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar impian walau sesulit apapun situasinya.


Share:

Featured Post

Pemain Termahal Dalam Sejarah Manchester City

Pemain Termahal Dalam Sejarah Manchester City Indobet7,News - Beberapa daftar pemain termahal dalam sejarah yang pernah d...

Popular Posts

Blog Archive